Roh Menebus dan Menjadikan Kita Anak

Almanak Kamis 13 September 2007:

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” (Roma 8:15)

Surat ini ditulis pada masa perbudakan masih merupakan kenyataan hidup sehari-hari di dunia. Sebagaimana kita tahu bahwa jaman dahulu manusia dibagi atas dua golongan: orang merdeka dan budak (hamba). Yang terakhir ini adalah manusia yang bisa diperjual-belikan seperti hewan atau barang, bisa dimiliki dan dieksploitasi untuk kepentingan tuannya, tidak punya hak sama sekali, serta harus tunduk kepada sang tuan pemiliknya. Rasul Paulus memakai lukisan perbudakan itu untuk menggambarkan keadaan manusia secara umum. Menurut Paulus semua manusia (tanpa kecuali) sebenarnya adalah budak atau hamba dosa. Manusia, dikuasai , terikat dan tunduk kepada keinginan dosa dan kejahatan itu.

Syukurlah, Allah membebaskan atau menebus manusia itu dari perbudakan dosa dan kejahatan. Ayat di atas mengatakan, bukan hanya membebaskan, tetapi Roh Allah bahkan mengadopsi manusia menjadi anak-anak Allah sehingga manusia boleh menyapa Allah Khaliknya dengan sebutan “abba atau bapa”. Ini adalah perubahan status yang benar-benar luar biasa: tadinya budak sekarang anak. Tadinya seorang yang wajib melakukan yang jahat, sekarang orang yang bebas memilih melakukan yang baik. Tadi orang asing sekarang ahli waris Sang Bapa. Penebusan dan pengangkatan sebagai anak itu semata-mata belas kasihan atau anugerah Allah, bukan karena prestasi atau keunggulan apalagi jasa-jasa kita kepadaNya.

Pertanyaan sekarang: bagaimanakah kita harus menanggapi atau merespons pembebasan dan pengangkatan status itu? Dengan merendahkan atau meninggikan hati? Dengan bersyukur atau tidak perduli? Lantas: sikap etis dan moralitas yang bagaimanakah yang harus kita bangun sebagai orang-orang yang dimerdekakan Roh dan diangkat menjadi anak-anakNya?

Doa:
Ya Allah, kami bersyukur kepadaMu sebab Engkau menebus kami dari berbagai perbudakan dan menjadikan kami orang-orang bebas. Kami bersyukur sebab Engkau membebaskan kami dari perbudakan dosa, sehingga kini kami tidak perlu lagi tunduk dan menyerah kepada kejahatan. Kami lebih bersyukur dan berbahagia sebab Engkau mengadopsi kami menjadi anak-anakMu yang Kaukasihi dan Kauijinkan hidup bersamaMu dan menjadi pewaris berkatMu. Sungguh, kami mau merendah bersyukur serta memujiMu, ya Bapa. Terimalah kami jadi anakMu dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *