Ketika kebenaran diganjar penderitaan

Almanak Kamis 09 Agustus 2007:

Sebab mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat. (1 Petrus 3:12)

Di dalam masyarakat dan negeri yang normal, orang-orang berhati dan bekerja benar dan baik akan hidup senang dan sejahtera, sebaliknya orang-orang yang tidak benar akan hidup susah. Namun di masyarakat kita yang sedang amburadul yang terjadi seringkali sebaliknya. Orang-orang jujur, tulus, bekerja keras dan selalu taat hukum dan moral bisa-bisa malah hidup susah dan melarat. Bahkan pernah di negeri ini orang yang mencoba hidup benar justru dikurung dalam penjara sebaliknya orang-orang culas hidup bebas bernikmat-nikmat. Lantas bagaimana?

Rasul Petrus mengingatkan dalam suratnya bahwa iman dan kebajikan kita tidak serta-merta membuat hidup kita di dunia ini aman, tenteram dan nyaman serta berkelimpahan materi. Ada kalanya iman dan kebajikan kita justru membuat kita menderita. Dan kita tidak usah terlalu kaget, sebab hal itu sudah lebih dulu dialami oleh Yesus dan para nabi. Mereka semua benar dan baik, namun hidup malah menderita. Selanjutnya bukan sekedar tidak kaget, tetapi agar kita tidak kapok atau jera berbuat baik dan benar. Dengan kata lain kesusahan atau penderitaan tidak boleh dijadikan alasan menghentikan berbuat dan berkata benar.

Namun Rasul Petrus tidak hanya mengingatkan, dia juga mau menghibur kita yang menganggap penderitaan kita tidak adil sebab merupakan ganjaran kebenaran dan kebajikan kita. Dia mengatakan mata dan telinga TUHAN tetap tertuju kepada orang-orang benar yang terjepit dan berteriak minta tolong. TUHAN tidak akan meninggalkan orang-orangNya yang mengikut Yesus berbuat benar sekali pun kebenaran itu memiliki resiko yang tak menyenangkan. Itu adalah penghiburan yang sangat kuat kepada kita, sekaligus peneguhan untuk meneruskan hidup dalam iman, kebenaran dan kebajikan. Sampai Tuhan datang.

Doa:
Ya Allah, karuniakanlah kami Roh Kudus, agar Dia yang menghibur hati kami manakala kami bergumul dan mengalami kesusahan bukan karena kesalahan atau kejahatan kami. Biarlah Dia juga yang meneguhkan hati kami tetap hidup dalam iman, kebenaran dan kebajikan, sekalipun itu membawa resiko kepada kami. Namun yakinkanlah kami, ya Allah, bahwa mata dan telingaMu terus tertuju kepada kami, agar kami bertahan dan kuat, dan menunggu saatMu menolong kami. Dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Home: http://rumametmet.com

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *