Saudara Kristus

Almanak Rabu 11 Juli 2007

Janganlah engkau memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya. (Keluaran 23:6)

Miskin bukan hanya soal tidak memiliki uang mencukupkan kebutuhan hidup, tetapi juga soal tidak memiliki perlindungan dan kepastian hukum. Itu terjadi sejak jaman dahulu. Orang-orang miskin sangat rapuh, gampang diperdaya dan dikorbankan, serta selalu menjadi “kambing hitam” dalam permasalahan. Dan orang miskin tidak memiliki kemampuan membela dan mempertahankan dirinya, sebab itu mereka dengan mudah digusur dan dikalahkan oleh yang kuat.

Mungkin ada yang mengatakan: salah sendiri. Kenapa mau jadi miskin? Orang yang berpendapat begitu sebaiknya sadar bahwa kemiskinan sebagian besar bukanlah pilihan bebas apalagi diakibatkan oleh kemalasan dan kebodohan yang bersangkutan. Banyak orang bangun pagi sebelum matahari terbit, bekerja keras hingga matahari telah lama terbenam, namun tetap saja miskin. Lantas apa? Kemiskinan sebagian besar diakibatkan oleh sistem dan struktur politik yang tidak adil dan tidak berpihak kepada orang kebanyakan. Sebab itu sebagian besar orang menjadi miskin bukan akibat salah pribadi atau orangtuanya, tetapi akibat kondisi politik dan ekonomi yang sengaja dirancang mempermiskin orang miskin sebaliknya memperkaya orang kaya. Begitulah kenyataan yang ada. Lantas bagaimana?

TUHAN Allah mengingatkan umatNya dahulu dan sekarang agar tidak ikut-ikutan memperkosa, memperdaya atau menindas orang-orang miskin hanya karena mereka tidak mampu membela dan mempertahankan dirinya. Lebih dari itu Tuhan mau mengingatkan gereja (baca: termasuk persekutuan doa kampus/kantor/rumah tangga) agar jangan berpura-pura tidak tahu atau bersikap “masa bodo” terhadap penderitaan orang-orang miskin. Tuhan Allah siap menjadi Pembela mereka. Dan ingatlah Kristus sangat mengasihi mereka dan tinggal bersama mereka, bahkan mengidentifikasi diriNya dengan saudara-saudaraNya yang bukan saja tidak diperhitungkan, namun malah sering dikorbankan karena kemiskinan dan kerapuhannya (Mat 25:31-46). Jawablah pertanyaan ini: apa yang Saudara dan saya mau katakan dan lakukan jika Dia sekarang justru memilih hidup bersama saudara-saudaraNya yang paling miskin dan hina itu?

Doa:
Ya Kristus, Engkau memanggil kami solider dan setia dengan saudara-saudaraMu yang miskin. Bukalah mata hati kami melihat kehadiran Tuhan Yesus Kristus di tengah-tengah penderitaan kaum miskin di dunia ini. Desaklah kami agar mau mengikut Tuhan hadir dan berbagi dengan mereka yang dipinggirkan dan ditindas oleh dunia ini hanya karena dia miskin. Berkatilah secara khusus perjuangan kaum miskin di negeri kami untuk membuat hidupnya lebih sejahtera dan manusiawi, dan perjuangan bersama kami membuat negeri ini lebih adil dan menyenangkan bagi semua anak-anaknya. Dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:


Share on Facebook

6 comments for “Saudara Kristus

  1. July 11, 2007 at 11:06 pm

    Atar hu coba mangalusi sungkun-sungkuni Amang Panditai.

    Kagak salah seseorang menjadi miskin ataupun kaya. Juga bukan masalah Tuhan berpihak kepada yang miskin maupun kaya. Yang terpenting adalah “adakah Tuhan di hati mereka masing-masing”?
    Kasih Allah lebih berasa bagi orang-orang miskin yang percaya, di antara segala kesusahan yang menghimpitnya. Tetapi bagi orang kaya yang tidak percaya, kasih Allah tidak dirasakan di antara kesenangannya.
    Allah-pun bekerja kepada orang-orang miskin melalui tangan orang-orang kaya yang percaya kepada-NYA.

    Jadi jawaban aku : Apa mau di kata kalo Tuhan berpihak ke orang-orang miskin, tapi saya percaya kalo Tuhan tidak akan pernah berpaling dari orang-orang yang percaya kepada-NYA.

    Songoni ma alus hu, bahen ma ponten ni Amang Pandita Prenster nami.

  2. July 12, 2007 at 2:23 am

    Menurut Matius 25:31-46 dan banyak ayat lain (al Luk 4:18-19) Tuhan memang berpihak kepada orang miskin. Bukan karena orang kaya dan berkuasa itu jahat, atau karena orang miskin itu secara moral lebih baik, tetapi semata-mata karena orang miskin itu lemah dan mudah sekali dihancurkan. Bersyukurlah kalau kaya, pintar dan berkuasa. Tetapi jangan putus asa kalau miskin, sebab Tuhan mau jadi pembela dan membebaskan kita dari kemiskinan itu.

  3. July 12, 2007 at 3:06 am

    Bah ido hate Amang ?

    Rada sulit diterima karna mungkin pemahaman teologis aku kurang sekali.

    Lantas, kok kita seringkali mendoakan ke arah kemakmuran (kaya)? Toho do manangianghon na songoni Amang ?

  4. July 12, 2007 at 5:30 am

    Berjuang, bekerja keras dan berupaya (dengan cara baik dan benar) untuk menjadi kaya adalah sah. Itu satu soal. Mengakui bahwa Tuhan memberi perhatian khusus kepada yang sangat miskin (bukan karna mereka lebih baik tetapi karna mereka lemah) adalah soal lain lagi. Tuhan mencintai semua anak-anakNya tanpa kecuali, tetapi Dia memberi perhatian khusus kepada yang kecil, sakit-sakitan, dan lemah. Persis seperti yang kita lakukan kepada anak-anak kita.

  5. August 9, 2007 at 9:00 pm

    Epikuros PErnah Bertanya pada langit dan Bumi tentang Eksistensi Allah Yang MAha…

    Kalau Allah ada Kenapa Dunia Sarat dengan Penderitaan, Apakah Dia tidak dapar menciptakan Dunia tanpa penderitaan, atau bisa tetapi Dia tidak mau, kalau Dia tidak mau Bagaimana AKu PErcaya kalau Dia maha Kuasa .. .. … Dst….

    Saya PErnah menyatakan kepada Saudara katolik yang pernah berdiskusi, Untuk mengetahui dan mengenal Tuhan jangan sampai kepada Tahap PEmbuktian.. tetapi pergilah kepada si Miskin dan pandanglah irama hidup mereka… salam

  6. August 9, 2007 at 9:10 pm

    Selama saya mengikuti Study di STT THeologische H D HK.. saya tidak pernah mendengar NAma Fransiskan Dari Asisi yang memiliki semangat hidup dalam kemiskinan dan hidup ugahari , sederhana, pendiri saudara dina KApusin… kenapa Teologi Sosial hanya sebatas Teori di Perkuliahan,Kalaupun kita membahas KEmiskinan sebagai Topik atau agenda itu bukan berarti kita harus bersedia memberikan sedekah / apa yang kita miliki, Memiliki toleransi untuk dapat bertahan hidup dengan mereka merupakan pilihan yang Mulia,
    Terpujilah Dia yang telah memberikan aku kecukupan, dan Terimaasih atas semangat KEmiskinan yang telah di ditumbuhkannya dalam Hati dan PikiranKU… Viva Kemiskinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *