Anak-anak Merdeka

Almanak Selasa 10 Juli 2007:

Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan (Kel 21:9)

Allah menciptakan semua manusia (tanpa kecuali) menurut citra atau gambaranNya sendiri. Siapapun dia, manusia itu sangat berharga dan spesial di mata Tuhan Allah dan sangat dikasihiNya. Setiap manusia adalah pribadi yang merdeka, setara, memiliki hak-hak azasi (yang diterimanya langsung dari Penciptanya), dan terhormat. Sebab itulah kekristenan menolak perhambaan atau perbudakan manusia.

Ayat di atas justru bagian dari hukum tentang perbudakan yang ada pada masa lalu di tengah-tengah umat Tuhan. (!) Umat Tuhan diperintahkan agar melindungi hak-hak budaknya, dalam hal ini budak perempuan, dan tidak memperlakukan mereka semena-mena. Jika tuannya atau puannya tidak lagi menyukai mereka maka si budak perempuan harus ditebus dan dijadikan orang merdeka, atau dinikahi sebagaimana perempuan merdeka. Di sini kita melihat bahwa umat Israel telah setahap lebih maju dalam hal “perlindungan budak” dibanding bangsa-bangsa sekitarnya. Namun kita tetap tidak bisa mengatakan bahwa TUHAN Allah menyetujui perbudakan itu. Yang bisa kita katakan adalah bahwa pemahaman dan pengetahuan umat tentang kehendak TUHAN masih terbatas, dan mereka belum sepenuhnya sadar bahwa perbudakan itu justru bertentangan dengan kehendak TUHAN Allah, Sang Pencipta yang penuh kasih.

Kita sekarang hidup di jaman moderen dimana perbudakan dan perhambaan manusia telah dilarang, dan setiap manusia seharusnya dilindungi kemerdekaannya dengan Undang-undang. Namun pada prakteknya di jaman moderen ini “perdagangan manusia terutama perempuan dan anak-anak” tetap marak. Ayat di atas tidak boleh ditafsirkan seolah-olah perdagangan manusia itu dapat dibenarkan sepanjang dilakukan dalam kasih dan kelemah-lembutan. Tidak. Tuhan Allah memanggil kita untuk menghormati tiap manusia sebagai pribadi yang merdeka dan bermartabat yang tidak bisa diperjual-belikan atau dimiliki seperti benda. Lebih dari itu Dia menuntut kita agar ikut berjuang menciptakan masyarakat dan negeri yang lebih manusiawi dan beradab terutama bagi anak-anak perempuan miskin dan tidak sekolah. Dan baiklah kita ingat: TUHAN Allah adalah Bapa dan Pembela mereka.

Doa:
Ya TUHAN Allah, Engkau memanggil kami menghormati manusia ciptaan dan citraMu, siapapun dia, tanpa syarat. Karuniakanlah kami Roh Kudus agar kami memperlakukan orang-orang yang bekerja membantu kami sebagai sesama, saudara Kristus, dan pribadi yang berharga di mataMu. Ya TUHAN, desaklah kami gereja-gerejaMu agar bertobat dari egoisme sempit dan ritualisme palsu, supaya kami ikut membantu pendidikan anak-anak miskin dan terlantar, agar mereka dapat membebaskan diri mereka dari berbagai belenggu dan perangkap. Ingatkanlah juga pemerintah kami kepada tanggungjawabnya memelihara dan melindungi anak-anak miskin di negeri ini. Dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *