Rasa Takut Kadang Berguna

Almanak Jumat 6 Juli 2007:

Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan (Amsal 15:33)

Rasa takut tidak seluruhnya jelek. Takut kadang baik dan berguna. Rasa takut mencegah langsung meloncat di air yang dalam, menyeberang di jalan ramai sebelum melihat ke kiri dan ke kanan, mengganggu sarang lebah, memegang ular berbisa, atau meninggalkan rumah sebelum memastikan semua kompor dan alat listrik sudah dipadamkan. Rasa takut (dihukum atau dipenjara) juga dapat mencegah kita berbuat jahat atau semena-mena. Itu tentu baik dan berguna.

Namun ada lagi rasa takut yang lebih dalam, yaitu takut kepada TUHAN yang baik dan pengasih. Di sini rasa takut itu bercampur dengan kasih, hormat dan segan. Kita takut kepada TUHAN bukan karena Dia kejam dan berkuasa, tetapi justru karena Dia begitu baik dan mengasihi kita. Namun kita juga sadar bahwa Dia tidak suka dipermainkan dan bisa murka. Penulis Amsal mengatakan takut kepada TUHAN itu membuat kita menjadi berhikmat, pintar dan bijaksana. Mengapa? Sama seperti seorang anak yang takut kepada orangtuanya didorong agar tidak melakukan hal-hal bodoh yang mencelakakan dirinya sendiri, maka takut kepada TUHAN itu juga mencegah kita melakukan hal yang sama. Kita karena takut kepada TUHAN tidak akan melakukan yang mendukakanNya yaitu kehancuran diri kita sendiri. Sebab itu rasa takut (bercampur hormat dan kasih) kepada TUHAN bukanlah untuk kepentingan TUHAN, tetapi untuk kebaikan kita sendiri. TUHAN bukan Allah yang haus kuasa dan hormat. Wibawa, kebesaran dan kehormatan TUHAN tidaklah terpengaruh jika kita tidak mau takut atau hormat kepadaNya. Sebab itu rasa takut kepada TUHAN itu adalah demi kepentingan kita sendiri. Supaya apa? Supaya kita berhikmat: tahu membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang seharusnya dan mana yang seharusnya tidak kita lakukan.

Doa:
Ya TUHAN, ajarlah kami agar takut kepadaMu. Ketika kami menganggap diri kami kuat, pintar, baik dan berkuasa, sadarkanlah kami agar tetap takut kepadaMu, supaya kami terhindar dari berbagai bencana dan masalah akibat kebodohan dan kesombongan kami sendiri. Ya TUHAN kami merendahkan diri di hadapanMu, latihlah serta bentuklah kami menjadi anak-anakMu yang selalu membuka mata, telinga dan hati kepada pengajaranMu. Dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke Halaman Depan:

Share on Facebook

1 comment for “Rasa Takut Kadang Berguna

  1. July 6, 2007 at 1:17 am

    Bicara tentang takut… Gereja (khususnya HKBP) terkadang dengan pandai menggunakan perasaan takut jemaatnya dengan cara-cara yang kurang benar.
    Semisal, aktifitas mandurung tu jolo. Rasa takut apa yang ada di jemaat? Ada yang murni takut akan Tuhan, ada yang takut karena gengsi, dll. Dan beberapa gereja HKBP dengan pandai menggunakan hal ini agar tujuannya dapat tercapai. Tapi apa artinya? Tidakkah artinya Gereja secara tidak langsung mendidik jemaatnya menjadi materilistis?

    Erwin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *