Ada Yang Memang Harus Dibenci

Almanak Kamis 5 Juli 2007:

Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat dan mulut penuh tipu muslihat (Amsal 8:13)

Dalam banyak atau hampir segala hal kita disuruh TUHAN untuk mengasihi dan berbuat baik, memaafkan dan menerima perbedaan. Namun hari ini kita diingatkan ada rupanya yang harus dibenci atau ditolak sama sekali, yaitu: kejahatan. TUHAN yang penuh kasih itu sangat membenci kejahatan dan Dia menyuruh kita melakukan hal yang sama. Membenci kejahatan? Tampaknya sepintas itu sangat mudah dan tak ada masalah. Namun istilah kejahatan sering kali sangat luas dan abstrak. Sebab itu marilah kita konkretkan apa saja sebenarnya yang dimaksud dengan kejahatan sehingga kita bisa menjawab apakah menyukai atau membencinya: korupsi (baca: pencurian), pembohongan, kekerasan dengan kata atau tindakan, perusakan properti umum, pelecehan seksual, perselingkuhan atas dasar suka sama suka, black campaign, penyerobotan tanah, penipuan dagang, pembunuhan bermotif politik atau bisnis, eksploitasi buruh dan pembantu rumah tangga, pembiaran kekerasan terhadap orang-orang miskin, bisnis narkotik dan obat terlarang, dan lain-lain. Dan masih banyak lagi lain-lain. Apakah kita benar-benar membenci aksi-aksi kejahatan yang ada dalam daftar di atas? Jika ya, apakah tanda bukti kebencian atau penolakan kita terhadapnya? Apakah sikap diam atau acuh tak acuh terhadap berbagai kejahatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita (selama tidak menimpa kita) bisa diartikan sungguh-sungguh penolakan? Mungkin saja kita tidak secara langsung melakukannya, namun apa artinya jika kita membiarkan kejahatan (selama tidak merugikan pribadi kita)?

Firman hari ini mengingatkan kita arti lain takut kepada TUHAN: membenci kejahatan. Mengapa? Sebab kejahatan adalah musuh TUHAN. Sejak awal TUHAN berperang melawan kejahatan. TUHAN menghadapkan kita dengan pilihan tegas: memihak Dia atau memihak kejahatan. Terhadap permusuhan TUHAN dengan kejahatan: kita sama sekali tidak diijinkan bersikap netral. Barangsiapa tidak bersama-sama Dia (melawan kejahatan) berarti bersama-sama kejahatan (melawan Dia). Pilih mana?

Doa:
Ya TUHAN Allah, ajarlah kami untuk takut dan hormat kepadaMu. Engkau sangat membenci kejahatan. Sebab itu teguhkanlah hati kami mengikut Engkau membenci kejahatan dan sebaliknya belajar mencintai kebaikan dan kebenaran. Ubahlah hati kami. Beranikanlah kami umatMu memperjuangkan kebenaran, keadilan dan kasih di lingkungan kami, dan sebaliknya menghentikan kejahatan merajalela di tengah-tengah masyarakat kami. Biarlah seluruh waktu, pikiran, tenaga dan dana yang Kauanugerahkan kami pergunakan hanya untuk melakukan yang benar, baik dan indah bagi kehidupan bersama kami. Dalam Yesus Tuhan yang telah menang melawan dosa dan kejahatan kami berserah. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

4 comments for “Ada Yang Memang Harus Dibenci

  1. July 5, 2007 at 9:38 pm

    bagusss banget…
    Thanks Amang :)

  2. July 11, 2007 at 3:41 am

    TOP DA AH!!!!!!!!

  3. July 18, 2007 at 8:40 am

    Thank’s Amang Pendeta

  4. Konrad H.Purba
    June 13, 2008 at 6:26 am

    Puji Tuhan!Ini yang saya cari.
    Uraian Amang luas, mendalam, jernih dan sejuk sehingga memudahkan saya memahaminya. Kiranya dapat kutrapkan dalam hidupku. Doakan saya Amang. Mauliate.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *