Ayo Beriman, Pintar dan Baik.

Almanak Selasa 03 Juli 2007:

Tetapi kepada manusia Ia berfirman: “Sesungguhnya, takut akan TUHAN itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulahn akal budi.” (Ayub 28:28)

Firman hari ini kebetulan adalah amanat khusus pada saat saya menerima peneguhan sidi saat remaja. Dahulu, saat menerimanya, terus terang saya sangat sedih dan kecewa, karena menganggap diri saya ternyata sangat jahat dan berdosa sehingga harus diingatkan agar takut kepada Tuhan dan menjauhi kejahatan. Lama sekali, bertahun-tahun, ayat itu ingin saya lupakan karena tidak mungkin lagi dihapus atau diganti dari akta peneguhan sidi saya.

Saya baru bisa sungguh-sungguh menerima ayat sebagai “ayat emas” atau amanat pribadi bagi saya baru setelah hampir tamat dari Sekolah Tinggi Teologia. Namun kini saya bahkan bangga dan bahagia sekali jika mampu menjadikan firman hari ini tersebut sungguh-sungguh milik saya. Apa rupanya yang dipesankanNya?

Firman hari ini hendak mengingatkan kita bahwa akal budi, hati dan perbuatan kita haruslah menyatu. Spiritualitas, intelektualitas dan moralitas kita harus sinkron atau sejalan. Dengan bahasa lebih sederhana: TUHAN memanggil kita menjadi manusia taat, takut atau takzim kepadaNya, supaya kita sungguh-sungguh jadi manusia pintar dan bermoral. Itu bisa dibolak-balik: siapa di antara kita yang ingin benar-benar menjadi pribadi pintar atau berhikmat, takutlah kepada TUHAN jauhilah kejahatan. Artinya: baik-baiklah.

Firman ini sekaligus mengingatkan kita bahwa akal budi, kepintaran dan hikmat adalah anugerah TUHAN yang harus kita syukuri dan kembangkan. Artinya: orang yang tidak mengembangkan akal budinya sama saja tidak bersyukur kepada TUHAN. Ini penting kita catat. Sebab ada kecenderungan menganggap akal budi, logika dan pengetahuan bertentangan dengan firman TUHAN dan iman. Apa akibatnya? Orang beriman jadi identik dengan orang bodoh. Orang bodoh dianggap sama dengan orang baik. Orang pintar lantas dianggap jahat dan tidak mungkin beriman. Akhirnya semua kacau.

Doa:
Ya TUHAN kami bersyukur sebab Engkau menganugerahkan kami akal budi dan hati nurani. Ajarlah kami mengembangkan akal budi dan kemampuan belajar yang Kauberi kepada kami. Ya Tuhan, namun ingatkanlah kami senantiasa agar takut kepadaMu dan merendahkan hati kami agar tidak jatuh ke dalam pencobaan. Tolonglah kami membangun sikap-sikap moral mengikut teladan Yesus, Guru dan Juruslamat kami. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *