Makna Kebebasan Kita

Almanak Senin 02 Juli 2007:

Maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. (Ulangan 6:12)

Kita mengenal dua bentuk kebebasan. Pertama: kebebasan dari. Yaitu kebebasan dari hal-hal yang mengurung, memasung, membelenggu atau menekan kita. Contohnya: kebebasan dari penjajahan politik dan ekonomi, kebebasan dari kemiskinan dan keterbelakangan, kebebasan dari penjara, kebebasan dari kontrol orangtua dan lain-lain. Bebas dari….! Kisah Alkitab dipenuhi dengan karya TUHAN Allah membebaskan umatNya dari berbagai hal: dari penjajahan Mesir, dari kemiskinan dan penderitaan padang gurun, dari pembuangan Babel, dan pada puncaknya dari belenggu dosa dan kematian. Yang terakhir itulah yang dikerjakanNya melalui kematian dan kebangkitan PutraNya Yesus.

Namun semua itu barulah kebebasan yang paling sederhana atau dasariah. TUHAN memanggil kita melalui firman hari ini untuk menghayati kebebasan yang lebih bermakna dan berbobot, yaitu: kebebasan untuk. Dengan kata lain: untuk apakah sebenarnya kebebasan itu? Sesudah TUHAN membebaskan umatNya dari penjajahan di Mesir, membebaskan dari kemiskinan dan penderitaan di padang gurun, TUHAN mengingatkan umatNya agar berhati-hati dan tidak melupakan TUHAN yang telah menganugerahkan kebebasan atau kemerdekaan itu. Hal yang sama dikatakan Rasul Paulus kepada jemaat Galatia: kamu telah dipanggil untuk merdeka, namun janganlah pergunakan kemerdekaan itu untuk berbuat dosa, melainkan untuk melayani dan mengasihi. (Gal 5:13). Kepada jemaat Korintus dan Roma dia mengatakan: “jagalah agar kebebasanmu tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain” (1 Kor 8:9, Roma 14:20-21). Semua boleh dimakan, diminum, dikenakan atau dilakukan tetapi tidak semua berguna. Lantas untuk apa memaksa diri melakukan yang tidak berguna?

Marilah kita menjawab jujur dalam hati kita masing-masing (di hadapan Tuhan): untuk apakah terutama kita gunakan kebebasan kita selama ini? Jika Tuhan hari ini masih menganugerahkan kita kebebasan: apakah yang hendak Saudara dan saya lakukan?

Doa:

Ya Tuhan Allah, kami berterima kasih sebab Engkau telah membebaskan kami dari berbagai belenggu dan penjara yang menyengsarakan jiwa dan tubuh kami. Bahkan dalam Yesus Engkau membebaskan kami dari kuasa dosa dan maut. Ya Tuhan, ajarlah kami selalu mensyukuri dan menghargai kebebasan yang Kauanugerahkan. Lebih dari itu Tuhan, karuniakanlah kami Roh Kudus, agar kami mempergunakan kebebasan kami untuk berbuat baik, melayani dan mengasihi, dan sebaliknya tidak menyalahgunakan kebebasan kami untuk berbuat jahat dan bodoh. Dalam Kristus Sang Pembebas kami berdoa. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

3 comments for “Makna Kebebasan Kita

  1. July 1, 2007 at 9:41 am

    Mungkin tambah satu dimensi lagi, kebebasan pribadi (privat) dan kebebasan komunal (sosial). Setelah secara pribadi dibebaskan, maka orang percaya juga dipanggil untuk membebaskan orang lain, agar kebebasan pribadi menjadi kebebasan komunal. Orang Kristen sering melupakan dimensi kebebasan sosial: asik ‘beragama’, tapi lupa bahwa anugrah pembebasan dari Allah harus juga dinyatakan secara sosial.

  2. July 2, 2007 at 3:20 am

    Ada sesuatu yang menarik rupanya dari kitab ulangan ini. Minggu-minggu Trinitatis belakangan ini selalu dipenuhi dengan ayat-ayat dari kitab Ulangan. Bahkan jika tidak salah 2 minggu berturut-turut khotbah kita pernah dari kitab ulangan saja.
    Sepertinya kata “ulangan” sebagai judul kitab ini kerap kali mengurangi rasa takzim kita akan keindahan makna dan kedalaman pesan dari kitab ini sehingga kita sering kali melupakan bahkan sangat jarang membaca pesan indah dari kitab ini.

    regards,
    daniel

  3. sinta
    October 3, 2010 at 7:27 pm

    Shalom saudara………….,
    Sinta nak gabung dengan saudara……,
    terkadang sinta beretanya2….,
    apa artinya hidup tanpa penopang…..!!
    rasanya semua sia2…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *