Bekal Dan Perlengkapan Dari Tuhan

Almanak Sabtu 30 Juni 2007:

Yesus memanggil kedua belas muridNya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. (Matius 10:1)

Agar dapat bekerja dan hidup sebagai petani, kita bukan saja membutuhkan cangkul dan sejumlah alat lain, tetapi juga ketrampilan bercocok-tanam dan mengolah tanah. Itu saja pun belum cukup. Kita memerlukan kesabaran dan keuletan. Seorang dokter membutuhkan alat kedokteran seperti steteskop, tetapi sebelumnya dia butuh pengetahuan tentang ilmu kedokteran, sikap teliti, akurat dan disiplin. Untuk menjadi wartawan dibutuhkan pena, alat tulis, alat rekam dan kamera juga ketajaman mata dan telinga, ketrampilan investigasi dan keberanian, juga mungkin jaringan perkawanan yang luas. Sementara itu untuk menjadi penjual dibutuhkan kepintaran berbicara dan meyakinkan orang lain, “tidak tahu malu”, dan kepintaran menganalisis pasar. Dan lain-lain. Lantas apa yang diperlukan untuk menjadi seorang murid Yesus atau seorang Kristen?

Firman hari ini menceritakan Yesus memberikan sejumlah bekal dan perlengkapan yang dibutuhkan oleh murid-muridNya. Apa itu? Kuasa atau kemampuan atau kekuatan untuk mengatasi masalah. Ada banyak sekali masalah dalam kehidupan di dunia ini. Kita, murid-murid Yesus diberikan kekuatan untuk menemukan solusi atau pemecahannya. Ada banyak pertanyaan yang bergelantungan di hati dan pikiran manusia, kita diberi himat menjawabnya, minimal sebagian. (Sebagian lagi biarlah Tuhan sendiri langsung menjawabnya). Ada banyak penyakit fisik dan psikis, sosial dan budaya serta ekonomi. Kita diberi kekuatan untuk ikut menyembuhkannya sesuai dengan panggilan hidup, talenta atau karunia khas, dan pendidikan dan profesi kita masing-masing. Ada banyak kekurangan dan kelemahan dalam kehidupan dunia ini. Kita diberi kekuatan untuk menambahkan dan memperkuat kehidupan. Secara singkat kita diberi bekal dan perlengkapan untuk menjadi bagian dari jawaban, solusi, penyembuhan dan pemulihan. Bukan sebaliknya.

Menarik untuk direnungkan. Entah mengapa banyak orang Kristen lebih suka membayangkan dan mengidentifikasi dirinya sebagai “sakit” ketimbang orang sehat, orang “jahat” ketimbang orang baik, dan orang “lemah” ketimbang orang kuat. Karena itu sadar atau tidak sadar banyak orang Kristen merasa dirinya sangat kecil dan lemah sehingga seolah-olah tidak bisa berbuat apa-apa yang baik di dunia ini. Lebih parah: semua itu dijadikan pembenaran untuk hanya memikirkan diri sendiri dan bersikap egoistis. Kita memang bukan manusia sempurna. Kita masing-masing juga punya masalah dan beban hidup. Namun Tuhan memanggil kita dan memberi kita kekuatan untuk melakukan banyak kebajikan dan kasih. Dia memberi kita kemampuan ikut mengatasi masalah, menjadi jawaban, memberdayakan kehidupan, dan terutama menjadi Kabar Baik bagi banyak orang. Persoalannya mungkin tinggal satu: mau atau tidak mau.

Doa:

Ya Tuhan, kami bersyulur sebab Engkau memberi kami kekuatan untuk berbuat baik dan kasih. Ajarlah kami mempergunakan daya dan kekuatan RohMu yang Engkau karuniakan kepada kami untuk kepentingan sesama kami. Jauhkanlah kami dari sikap egoistis atau hanya mementingkan diri sendiri. Penuhilah hati kami dengan ketulusan dan kasih tak berpamrih, supaya kehadiran kami dimanapun Tuhan tempatkan kami menjadi Kabar Baik bagi orang lain. Dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *