Contohlah Bapamu

Almanak Jumat 29 Juni 2007:
Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih (Efesus 5:1)

Saya semakin sadar bahwa anak-anak kami dalam banyak hal meniru saya atau istri saya. Umur mereka yang masih sangat dini membuat mereka cenderung mengimitasi atau mencontoh apa saja yang mereka lihat, dengar dan rasakan dari kami orangtuanya tanpa menimbang-nimbang apakah itu benar atau salah, baik atau tidak. Semua itu wajar dan manusiawi. Saya sendiri dan Anda sewaktu kanak-kanak dalam banyak hal juga meniru atau mengimitasi orangtua kita masing-masing. Nanti semakin dewasa kita akan semakin kritis dan tahu memilah-milah mana yang baik dan buruk dan pantas kita contoh. Namun kedekatan kita dengan ayah atau ibu kita tidak bisa tidak sangat berpengaruh membuat kita mirip atau “sama” dengan mereka.

Apa hubungan contoh-mencontoh dengan firman hari ini? Kita orang Kristen seringkali mengatakan Allah adalah Bapa dan kita adalah anak-anakNya, menunjukkan kedekatan kita dengan Dia. Memang begitulah kesaksian Alkitab. Dalam Kristus kita memang telah diadopsi menjadi anak-anak Allah. Namun firman hari ini mengatakan: jadilah penurut (imitator) Allah sebagai anak-anak terkasih. Pertanyaan: sebagai anak-anak Allah, apakah kita juga mengimitasi atau mencontoh Allah, Bapa kita? Jika ya, sikap dan sifat apakah yang kita tiru dari Sang Bapa dan telah kita jadikan milik kita? Selanjutnya, jika ya apakah kita anak-anak Allah memiliki kemiripan dengan Bapa kita? Atau jangan-jangan berbeda sama sekali dan bahkan bertentangan?

Saya teringat Mahatma Gandhi, guru yang terkenal itu, adalah pengagum Yesus. Namun dia memilih tetap tidak mau masuk ke dalam kekristenan. Alasannya: ada kesenjangan atau perbedaan signifikan antara Yesus dengan orang-orang Kristen. Jangan-jangan Gandhi benar. Banyak orang Kristen hanya mengaku-ngaku pengikut Yesus namun pada prakteknya sama sekali tidak mengikut dan mencontoh Dia. Hari ini kita diajak merenung: Allah Bapa kita penuh kasih. KasihNya tak bersyarat dan tak berpamrih. Jika memang benar kita adalah anak Allah, bukankah kita seharusnya sedikit-banyak mencontoh Dia melakukan hal yang sama? Allah Sang Bapa sangat perduli, memperhatikan dan memberi hidupNya kepada orang lemah, kecil dan miskin. Bagaimana dengan kita anak-anakNya?

Doa:
Ya Allah, terima kasih kami sampaikan kepadaMu karena Engkau telah mengadopsi kami menjadi anak-anakMu karena Yesus. Jadikanlah kami anak-anak yang taat dan setia. Ajarlah kami mencontoh Engkau dan PutraMu Yesus berbuat baik, mengasihi dan perduli kepada sesama kami yang menderita dan juga kepada keutuhan bumi ini. Biarlah kami menjadikan Yesus, putraMu, saudara kami, sebagai sumber inspirasi hidup kami. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

1 comment for “Contohlah Bapamu

  1. June 28, 2007 at 11:39 pm

    Saya tambah kagum saja dengan abang saya ini. Banyak tulisannya yang mengimpirasikan pelayanan saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *