Perjumpaan dengan Yesus

Almanak Selasa 26 Juni 2007:

kumbang-dan-bunga.JPG

“Maka kata Yesus kepada mereka itu, “perkara apakah itu?” Maka kata mereka itu kepadaNya: “Dari hal Yesus orang Nazaret, yaitu seorang Nabi yang berkuasa di atas perbuatan dan perkataanNya di hadapan Allah dan segenap kaum itu.” (Lukas 24:19)


Dua orang murid dalam perjalanan ke Emaus. Mereka sedang memperbincangkan berita yang bukan saja menggoncangkan jiwa mereka tetapi benar-benar sulit diterima akal. Guru mereka yang dihukum mati di Jumat siang kemarin dulu dan telah dikuburkan, bukan saja tidak ditemukan lagi mayatNya, namun malah menampakkan diri kepada beberapa perempuan sebagai Tuhan yang hidup, mulia dan berkuasa. Tiba-tiba Seorang laki-laki mendekati mereka dan ikut berjalan serta melibatkan diri dalam percakapan heboh itu. Namun kedua murid itu sama sekali tidak bisa mengenali bahwa yang berjalan bersama mereka itu justru adalah Dia yang sedang mereka percakapkan: Yesus, Tuhan yang bangkit.

Bila kita baca kisah perjalanan ke Emaus selanjutnya dikatakan Kawan itu lantas menjelaskan seluruhnya kepada kedua murid itu, sehingga mereka percaya bahwa Guru mereka yang mati disalibkan dan dikuburkan itu memang benar-benar hidup, sebagaimana kesaksian perempuan-perempuan yang telah dijumpaiNya. Mereka pun mengajakNya mampir dan makan bersama. Saat makan Kawan yang mereka jumpai dalam perjalanan itu mengucap syukur dan memecah-mecah roti lantas memberikannya kepada mereka. Pada saat itulah mereka tiba-tiba mengenal Dia adalah Yesus, Sang Guru, Tuhan yang mati namun kini bangkit, mulia dan berkuasa. Namun Yesus segera lenyap lagi dari pandangan mereka.

Kisah perjumpaan di Emaus ini bukan saja indah mengharukan namun bermakna sangat dalam. Dengan diri, pikiran dan perasaan kita sendiri kita tidak akan pernah mampu percaya kepada, mengenal dan mengerti Yesus, Tuhan yang mati disalib dan bangkit itu. Kita hanya mampu percaya, mengerti dan mengenalNya jika Dia sendiri yang datang menjumpai kita, menyatakan hidup dan kemuliaanNya. Di sinilah kita disadarkan iman kristiani pada hakikatnya bukanlah usaha dan upaya manusia, tetapi anugerah Allah dalam Kristus sendiri. Hanya Yesuslah yang mampu membuat kita percaya kepadaNya. Sebaliknya, jika kita sanggup percaya kepada Kristus, itu hanya disebabkan karena Dia sendiri sudah datang dan mengajak kita beriman kepadaNya.

Namun ada yang menarik. Setelah berjumpa dengan Tuhan yang bangkit itu kedua murid, dan semua orang yang mengalami hal yang sama, tidak bisa tinggal diam. Perjumpaan dengan Yesus yang bangkit itu mendorong mereka dan kita bangun dan bergerak mewartakannya: Tuhan sudah bangkit! Dia telah disalibkan dan mati, namun Dia adalah Tuhan yang hidup, mulia dan berkuasa. Berilah dirimu dijumpai olehNya juga.

Doa:
Ya Kristus, Tuhan dan Junjungan kami, datanglah dan nyatakanlah juga diriMu kepada kami. Engkau adalah Anak Allah, Tuhan yang hidup, mulia dan berkuasa. Engkau telah mati disalib, namun Engkau sungguh-sungguh hidup. Ya Tuhan, karuniakanlah kami iman sejati agar kami sungguh-sungguh percaya dan mengenali Engkau. Kami masih hidup di tengah-tengah kenyataan dunia ini. Biarlah kemenanganMu atas maut dan dosa, memberikan kami inspirasi dan motivasi semakin teguh mengikut Engkau berjuang di jalan kasih dan kebenaran. AMIN.

Pdt. Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *