Pengurus Bumi

Almanak Senin 25 Juni 2007:

kupu-593.JPG

 

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kej 1:26)

Entah kenapa saya selalu sedih saban melihat pohon tumbang apalagi ditebang. Saya masih ingat sewaktu di kampus STT Jakarta pohon flamboyan raksasa kecintaan kami ditebang tanpa alasan jelas, saya dan beberapa teman melakukan aksi protes kepada pihak rektorat dengan meletakkan krans bunga dukacita di sisa batang pohon itu. Beberapa waktu lalu ketika berkunjung ke kampus STT HKBP di Pematang Siantar saya melihat kampus itu sekarang “gersang” karena pohon-pohon besar yang tadinya membuat kampus itu sangat teduh rupanya ditebangi. Seminggu lalu saat “hunting” foto ke Kebun Raya Bogor, saya juga sedih karena sejumlah pohon raksasa telah tumbang ditiup angin. Minggu pagi saat hendak berkotbah di HKBP Palembang saya benar-benar marah dan kecewa karena melihat pohon-pohon peneduh di halaman depan gereja itu baru saja dibabat habis semena-mena. (Sebelumnya gereja ini juga telah menebang pohon-pohon di halaman tengah, termasuk sebatang beringin yang saya tanam belasan tahun lalu agar suatu ketika anak-anak dapat melakukan Penelaahan Alkitab di bawah kerindangannya.) Apa yang salah dengan kekristenan kita? Mengapa kekristenan kita bukan saja tidak respek, namun malah mengambil sikap bodoh bermusuhan dengan alam?

Menurut saya gereja (baca: orang kristen) kita secara umum tidak perduli pohon, binatang dan alam. (Lantas perduli apa?) Lihatlah halaman gereja kita masing-masing. Pastilah kita sangat jarang menemukan gereja yang secara sadar menanam pohon-pohon peneduh di halamannya, apalagi secara serius mendukung gerakan penghijauan kota dan desa. Paling-paling hanya ada segelintir pinus hias, bunga di pot, atau bambu cina. Lebih parah: bunga plastik berdebu di altar. Lihat jugalah halaman rumah kita masing-masing. Berapakah di antara kita yang secara sadar menanam pohon untuk meneduhkan, menjadi filter debu dan kebisingan, menambah oksigen dan menyerap karbon dioksida, serta menyediakan rumah bagi burung dan serangga?

Firman hari ini mengingatkan kita bahwa TUHAN Allah mengangkat kita (termasuk gereja) untuk menjadi pengurus bumi ciptaanNya. Kita diciptakan sebagai manusia segambar dengan Allah agar kita ikut memerintah, menjaga dan memelihara bumi karya Allah. Dengan kata lain: pemeliharaan bumi adalah bagian iman dan tanggungjawab kita kepada Allah. Mungkin perusakan hutan beribu hektar di Indonesia bukan dosa Saudara dan saya. Tetapi apa yang terjadi dengan halaman gereja, kampus, dan rumah Saudara dan saya jelas-jelas merupakan tanggungjawab kita. Tuhan Allah tidak menuntut tanggungjawab yang melampaui kemampuan kita. Dia juga tidak menyuruh kita gereja atau orang Kristen hanya asal bicara atau omong kosong tentang alam yang menjadi lingkungan hidup kita. Dia menuntut kita melakukan sesuatu sebagai wujud tugas kita sebagai penjaga bumiNya. Apakah itu? Hentikan penebangan pohon semena-mena, dan mulailah kembali menanamnya. Saya jadi ingat lagi salah satu butir perjanjian Sipirok konferensi pemuda HKBP 1990 adalah: menanam pohon. Mari kita laksanakan dan ajak lebih banyak orang melakukan hal yang sama.

Doa:
Ya Allah, isi dan penuhilah hati gerejaMu dengan cinta dan respek kepada alam. Sadarkanlah kami, juga para pelayan gerejaMu, kepada panggilanMu kepada kami menjadi pengurus bumi ciptaanMu. Desaklah kami, ya Allah, agar kami mau menanami sekitar kami dengan pepohonan, agar lingkungan hidup kami kembali pulih dan para binatang mendapatkan rumahnya. Dan tolonglah pemerintah dan seluruh masyarakat kami agar bersunggguh-sungguh menghentikan perusakan dan penghancuran hutan, pengotoran air tanah dan udara, pemburuan liar binatang-binatang di negeri ini. Ya Allah, hari ini kami mau melakukan sesuatu demi bumi ciptaanMu. Berkatilah kami dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *