Seks Itu Indah. Jagalah.

Almanak Sabtu 23 Juni 2007:

Aku nyaris terjerumus ke dalam tiap malapetaka di tengah -tengah jemaah dan perkumpulan. (Amsal 5:14)

Perkataan di atas adalah pengakuan seorang muda yang menyadari dirinya terperosok ke dalam kehancuran hanya karena tidak mampu mengendalikan nafsu atau hasrat seksualnya. Si pemuda tadinya membenci nasihat dan teguran guru-gurunya yang mengajarkannya menghayati hidup benar, baik dan bertanggungjawab. Dulu dia tak menganggap penting integritas dan moralitas, dan hanya menuruti nafsu seksnya yang bergelora hebat. Apakah akibatnya? Hidupnya hancur berantakan.

Seks adalah anugerah Tuhan. Sebab itu hasrat atau nafsu seks itu juga baik dan indah. (ingat: tak ada satu pun ciptaan Tuhan yang jahat atau kotor!). Selanjutnya berhubung seks adalah pemberian Tuhan maka seks itu tentu harus disyukuri, diterima, dan dijaga baik-baik sesuai dengan tujuan Tuhan memberikannya.

Apakah rupanya tujuan Tuhan memberikan seks kepada kita? Yaitu untuk melengkapi sukacita, cinta dan kesetiaan pernikahan. Sebab itu kita harus berhati-hati dan waspada, agar tidak mereduksi, menyelewengkan atau memanipulasi seks untuk sesuatu yang berbeda atau bertentangan dengan tujuan Tuhan. Contoh: memuaskan diri sendiri, memperalat dan menjadikan tubuh orang lain sekedar objek, menguasai dan menjajah, menarik keuntungan ekonomis, atau melakukan kekerasan dan lain-lain.

Kita hidup di suatu masyarakat moderen dimana seks tidak lagi dianggap tabu atau pantang dibicarakan terbuka. Itu baik. Namun kita juga hidup di masyarakat dimana seks telah dikomersialkan sedemikian hebat, direduksi menjadi sekedar mesin pemuas hasrat, dan yang lebih parah ingin dicabut dari sukacita, cinta dan kesetiaan pernikahan, supaya bisa dilakukan “kapan saja, dimana saja, dan dengan siapa saja”. Itu masalah besar. Firman hari ini mengingatkan kita agar disiplin, taat, dan menguasai diri juga di bidang seks. Terutama: menyikapi seks sebagaimana maksud dan tujuan Tuhan memberikannya. Jika tidak, kita akan bernasib sama dengan si orang muda di kitab Amsal yang baru sadar dan menyesal setelah tubuh dan jiwanya rusak dan hartanya binasa.

Doa:
Ya Allah, kami bersyukur sebab Engkau menciptakan kami bertubuh dan berjiwa. Terima kasih sebab Engkau menganugerahi kami seksualitas dan kesehatan reproduksi. Desaklah dan mampukanlah kami menghayati dan mengendalikan seks sesuai kehendakMu. Tolonglah kami, ya Allah agar kami sungguh-sungguh membangun hidup taat, berdisiplin dan menguasai diri, agar kami senantiasa dapat mengendalikan hasrat seksual kami, tidak merusak diri kami sendiri terlebih orang lain. Jadikanlah kami anak-anakMu yang setia dan dapat dipercaya dalam kata, waktu, tugas, uang dan juga cinta dan seks. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

 

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *