Mengapa Harus Tunduk?

Almanak Kamis 21 Juni 2007:

Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya dan dengan takut akan Dia. (Ulangan 8:6)

Orang-orang moderen sangat memuja kebebasan dan otonomi pribadi. Kita ingin mengatur dan menentukan sendiri hidup kita. Sebaliknya tidak begitu suka, jika tidak wajib atau terpaksa, jika diatur dan diperintah oleh orang lain. Dengan kata singkat: kita ingin bebas. Kita ingin bebas memilih pakaian atau mode yang hendak kita kenakan, bebas berpergian ke tempat-tempat kita yang kita kehendaki, bebas memilih studi dan karir, bebas memilih teman (termasuk teman hidup) dan bebas dalam segala hal. Mungkin juga kita ingin bebas dalam hidup keagamaan dan peribadahan kita, menolak segala aturan yang kita anggap membelenggu, dan tidak ingin diatur-atur bagaimana harus berdoa atau beriman. Tidak ingin juga diatur dan diperintah oleh TUHAN?

Kebebasan itu baik. Kebebasan itu menandakan kedewasaan dan menunjukkan tanggungjawab kita. Namun baiklah kita sadar bahwa kita hidup di suatu masyarakat yang belum sepenuhnya menghayati makna kebebasan dan karena itu memiliki disiplin sangat rendah, dan lebih parah tidak menghormati hukum. Akibatnya kebebasan jatuh menjadi keliaran dan anarki. Banyak orang bukan lagi ingin bebas, tetapi ingin berbuat suka-suka, sekehendak hati, tanpa berpikir panjang dan merasa tidak perlu bertanggungjawab. Apakah yang terjadi di jalan raya bukan merupakan mencerminkan kehidupan kita di tempat-tempat lain? Jika orang suka ugal-ugalan di jalan raya, bukankah besar kemungkinan dia juga bisa ugal-ugalan di bidang bisnis, politik, seks dan juga agama?

Firman hari ini mengingatkan kita tentang pesan TUHAN kepada umatNya yang dibebaskanNya dari perbudakan di Mesir dan dianugerahiNya tanah perjanjian. Umat merdeka atau bebas itu tetap memerlukan TUHAN untuk melindungi dan menjamin kehidupan mereka. Mereka dahulu, dan kita sekarang, harus tetap berpegang kepada perintah Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya. Satu lagi: takut (baca: hormat dan takzim) kepada Dia.

Kebebasan itu baik dan dikehendaki TUHAN. Namun baiklah kita mengingatkan diri sendiri bahwa hanya ada satu cara melindungi dan menjamin kebebasan dan kemanusiaan kita, yaitu: taat dan takut kepada TUHAN. Mengapa? Karena dengan taat dan takut kepada TUHAN, kita tidak perlu lagi taat dan menuruti ajakan-ajakan yang jahat, merusak orang lain dan diri sendiri.

Doa:
Ya Allah, kami ingin hidup bebas. Dalam Kristus Engkau telah menganugerahi kami dengan berbagai kebebasan. Kami bebas datang kepadaMu dengan diri kami sendiri. Kami bebas makan dan minum apa saja dengan rasa syukur kepadaMu. Kami bebas berpikir, belajar dan berkarya. Lebih dari itu Engkau membebaskan kami dari belenggu dosa dan maut, sehingga kami pun sekarang bebas untuk berbuat baik, mengasihi dan melayani. Ya Allah karuniakanlah kami Roh Kudus, agar kami sungguh-sungguh menghayati kebebasan anugerahMu. Biarlah kami mempergunakan kebebasan kami untuk berkarya dan melakukan kebajikan, dan bukan untuk berbuat jahat. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

1 comment for “Mengapa Harus Tunduk?

  1. Rachel
    March 14, 2009 at 9:34 pm

    Apakah ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan telah memperkuat visi daripada iman kita?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *