Yang Pintar Yang Beriman

Almanak Senin 18 Juni 2007:

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. (Amsal 3:5)

Tuhan Allah menganugerahkan kepada kita manusia akal budi atau kemampuan berpikir hampir tanpa batas. Itulah salah satu anugerah Tuhan yang terbesar kepada kita. Yaitu kemampuan berpikir analitis, logis dan sistematis. Juga kemampuan merasa. Begitu hebatnya otak dan hati pemberian Tuhan itu sehingga kita dimampukan memilah-milah, menghubung-hubungkan, menambah dan mengurang, membagi dan mengalikan, menguraikan dan menyimpulkan, menarik pengertian, mengubah dan menciptakan, dan berbagai kemampuan lain termasuk berkomunikasi. Menurut para ahli kita bisa cerdas tidak hanya secara intelektual, tetapi juga emosional, dan bahkan spiritual. Seorang ahli bernama Gardner mengatakan bahkan kita bisa memiliki 8 (delapan) jenis kecerdasan: matematik, bahasa, olah tubuh, penghayatan ruang, musikal, natural, antar personal dan meditatif. Semua itu pantas kita syukuri sebagai anugerah Tuhan yang khas kepada kita manusia.

Kitab Amsal sangat menyanjung kebijaksanaan, kecerdasan dan pengertian, atau secara singkat: penggunaan akal budi pemberian Tuhan itu. Sebaliknya Amsal mengecam kebodohan, kemalasan atau ketidakmauan berpikir. Sebab itu tidak ada alasan bagi kita orang-orang beriman untuk meremehkan akal budi dan kemauan (kemampuan) berpikir yang dianugerahkan Tuhan itu. Ini penting kita catat sebab ada anggapan banyak orang seolah-olah logika atau akal budi bertentangan dengan iman. Akibatnya orang beriman sering kali tidak berpikir logis (juga analitis dan sistematis). Sebaliknya orang-orang yang selalu berpikir logis seakan-akan jadi sulit beriman.

Jangan salah tafsir! Firman Tuhan hari ini tidak menyuruh kita berhenti berpikir dan berpengertian. Akal budi, pikiran atau pengertian adalah anugerah Tuhan yang justru harus kita gunakan sebaik-baiknya. Meremehkan atau menolak akal budi berarti sama saja meremehkan Tuhan yang telah memberikannya kepada kita. Lantas apa?

Firman hari ini mengajak kita agar rendah hati, menyadari keterbatasan pemikiran dan pengertian kita, sehingga kita tidak menyandarkan hidup dan masa depan kita hanya kepada kemampuan berpikir kita sendiri, namun kepada Tuhan Allah. Sebagai manusia, selama hidup di dunia ini, memang kita tetap harus berpikir kritis dan kreatif serta bijak, bekerja keras dan berusaha sekuat tenaga. Ketika ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa kita mengerti, melampaui pemikiran kita, bahkan menjadi tanda tanya besar dalam kepala dan hati kita, kita diminta agar tidak putus asa namun tetap percaya kepada Tuhan Allah. Dia jauh lebih berhikmat dan berkuasa dibandingkan kita. Dia lebih tahu dan mengerti apa yang harus kita lakukan. Sebab itu kepadaNyalah kita selalu bergantung, meminta penyertaan, penguatan dan perlindungan, juga pengertian baru.

Doa:
Ya Allah kami bersyukur Engkau menganugerahkan kami akal budi sehingga kami dapat berpikir, menimbang dan merasa. Karuniakanlah kami Roh Kudus agar kami sungguh-sungguh tahu dan mau memilih yang baik, benar dan tepat yang harus kami kerjakan di dunia ini. Cerahkanlah hati dan pikiran kami dengan firmanMu. Tuntunlah kami mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup kami. Biarlah firmanMu dan teladan Yesus selalu menjadi sumber inspirasi dan sumber motivasi bagi kami melangkah ke masa depan. Ya Tuhan, ingatkanlah kami saban hari selalu rendah hati, agar kami tidak bersandar kepada diri kami sendiri, tetapi kepada Tuhan. Dalam Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *