Maukah Ikut Jadi Gembala?

Almanak Sabtu 16 Juni 2007:

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. (I Petrus 5:2)

Umat Allah atau orang-orang milik Allah seringkali dilukiskan sebagai kawanan domba. Tuhan memanggil Saudara menjadi gembala atas sejumlah kawanan domba atau orang-orang milikNya itu. Gembala artinya: penjaga dan pemelihara. Mungkin karena kemudaan Saudara saat ini, Tuhan baru akan mempercayakan sejumlah orangNya agar Saudara pimpin, jaga dan tanggungjawabi beberapa tahun kemudian, namun Dia ingin agar Saudara sekarang berlatih dan mempersiapkan diri, minimal dengan menjaga dan memelihara diri sendiri. Dengan kerangka berpikir itu kita akan sadar bahwa ayat di atas tertuju kepada semua orang Kristen dewasa, bukan hanya kepada segelintir orang yang bertugas sebagai pendeta, penginjil, penatua atau pemimpin organisasi kristen. Besar atau kecil, dalam berbagai bentuk, kita semua adalah penjaga dan pemelihara sejumlah orang yang dipercayakan ada di dekat kita.

Ada tiga hal yang ingin disampaikan firman itu kepada kita. Pertama: sebagai penjaga atau gembala, kita dipanggil bertanggungjawab atas kehidupan orang lain juga, tidak hanya diri sendiri saja. Kedua: kita dipanggil menjaga dan memelihara milik Allah dan bukan milik kita pribadi. Orang-orang yang dipercayakan kita pimpin dan arahkan itu adalah milik Allah, sebab itu kita bukan saja harus berhati-hati tetap kelak harus mempertanggungjawabkannya kepada sang empunya, yaitu Allah. Ada satu hal yang harus kita ingat: kita tidak boleh melakukan kekerasan kepada kepunyaan Allah itu dan harus selalu menjaga dan memeliharanya sesuai dengan keinginan Sang Pemilik. Ketiga: kita adalah orang-orang yang tadinya berhutang kepada Allah namun dihapuskanNya, berdosa namun diampuniNya, dan menerima begitu banyak berkat dan belas kasihanNya. Sebab itu kita menerima tugas sebagai gembala atau penjaga ini dengan sukarela, tanpa mengharapkan imbalan atau keuntungan. Menjadi gembala atau penjaga orang-orang kepunyaan Allah adalah sebuah pengabdian dan penyerahan diri yang kita lakukan dengan sukacita, ikhlas dan sepenuh hati. Sebab hanya itulah yang bisa kita lakukan sebagai respons atau tanggapan atas segala yang baik yang telah dilakukan Allah kepada kita.

Allah memanggil saudara menjadi gembala atau penjaga atas sejumlah orang milikNya. Mereka itu bisa jadi anggota keluarga atau anggota persekutuan, tetangga atau sahabat. Kerjakanlah tugas penjaga dan pemelihara itu sebaik-baiknya sesuai kehendak Allah.

Doa:
Ya Allah, Engkau memanggil kami menjadi gembala atau penjaga bagi orang lain, bagi anak-anak atau saudara-saudara kami. Terima kasih atas kepercayaan yang Engkau berikan. Kami menerima tugas dan tanggungjawab ini dengan sukacita. Namun lengkapilah kami dengan Roh Kudus, agar kami memiliki kearifan dan kasih yang berasal dariMu. Tolong juga kami menjaga dan menguasai diri kami sendiri. Engkau telah memberikan sangat banyak kepada kami, berilah kepada kami hati yang ikhlas dan rela berbuat baik kepada sesama, dan bertanggungjawab atas orang-orang yang Tuhan percayakan kepada kami. Dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap


Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *