Terang Yang Mendamaikan

Almanak Rabu 13 Juni 2007:

09_sunrise_rays1.jpg

Jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari segala dosa. (I Yoh 1:7)


Ada banyak orang sedang menderita karena mengalami konflik dengan kekasih, anggota keluarga, tetangga, teman segereja atau sekantor. Konflik atau permusuhan seringkali membuat kita bukan saja merasa jauh tetapi juga sunyi dan terasing. Dan banyak orang tidak tahan menghadapi kondisi yang menyiksa semacam itu dan menginginkan pendamaian dan kerukunan kembali.

Rasul Yohanes menyampaikan suatu syarat yang sangat penting untuk mewujudkan pendamaian dan kerukunan, baik dalam keluarga maupun gereja. Yaitu: hidup dalam terang seperti Allah hidup. Maksudnya: hidup dalam kebenaran. Itu menarik sekali. Kerukunan dengan sesama menurut Rasul Yohanes merupakan produk atau konsekuensi dari kerukunan dengan Allah. Jika hubungan kita dengan Allah baik, maka konsekuensinya hubungan kita dengan sesama juga baik. Sebaliknya itu bisa diartikan: jika hubungan rumah tangga, keluarga, bertetangga, gereja kita rusak maka itu adalah cermin yang menunjukkan bahwa hubungan kita dengan Allah sebenarnya sudah lebih dulu rusak. Lantas bagaimana? Jika kita menginginkan berdamai dengan sesama, pertama-tama berdamailah dengan Allah (lantas dengan diri sendiri). Namun harus diakui kadang keinginan perdamaian hanya sepihak. Tidak usah kecil hati. Jika “musuh” kita tidak mau berdamai dengan Tuhan, maka masalahnya bukan lagi di kita, tetapi pada orang yang tidak mau berdamai.


Namun ada yang lebih mendalam disampaikan Rasul Yohanes, yaitu: pengampunan. Pendamaian dengan sesama mendorong Allah dalam Yesus mengampuni dosa kita dan membuat kita kembali menjadi bersih dan baru.

Doa:
Ya Allah, kami berdoa hari ini untuk orang-orang yang menyakiti hati kami, atau sebaliknya kami sakiti hatinya. Biarkanlah kami hidup dalam terangMu. Ajarlah kami hidup benar, baik, dan bertanggungjawab sesuai firmanMu, agar pintu-pintu pendamaian terbuka lebar bagi kami. Bantu kami mengatasi kemarahan, kekecewaan dan sakit hati kami. Beri kami RohMu untuk membuang dendam dan kebencian dari hati kami. Lebih dari itu, biarlah kami memperoleh pengampunan dan hidup baru dalam Kristus. Amin.

Pdt Daniel T.A.Harahap

Share on Facebook

7 comments for “Terang Yang Mendamaikan

  1. June 12, 2007 at 9:02 pm

    The right topic at the right day. Tx Amang…

  2. June 13, 2007 at 1:57 am

    renungan nya bener2 bikin merenung amang..
    thank u :)
    GBU

  3. June 13, 2007 at 3:46 am

    ‘Mauliate Godang’ Amang Pendeta atas renungan perdana yg baru saya baca ini..Ditunggu renungan 2 lainnya..
    Tuhan Memberkati

  4. June 13, 2007 at 3:48 am

    ‘Mauliate Godang’ Amang Pendeta atas renungan perdana yg baru saya baca ini..Ditunggu renungan selanjutnya..
    Tuhan Memberkati

  5. June 13, 2007 at 7:11 am

    Gracias, Amang Pdt. Harahap, amang menjadi pemberita firman Tuhan bahkan jarak yang sangat jauh, tetapi kasih Tuhan tidak perna jauh dari kita, thanks for the renungan i like it very much…God bless

  6. June 13, 2007 at 7:54 pm

    Semangkuk bubur ayam panas di pagi hari untuk hari2 yang dingin lebih2 hati yang dingin karena konflik dengan sesama. Lagi2 semangkuk bubur dari seorang Sahabat sangat menyenangkan. Makasi sobatku.GBU

  7. June 14, 2007 at 10:33 am

    Renungannya sangat menyentuh hati dan jiwa saya..akhirnya saya mendapat kekuatan baru.Thanx atas renungannya amang Pdt.Harahap.jangan bosan-bosan..:)GBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *