SURAT TERBUKA UNTUK KONSULTASI NAPOSO HKBP 13-16 JUNI 2007

April 28, 2007
By Daniel T.A. Harahap

241398322l.jpg

TUHAN MENDAHULUI KITA KE MASA DEPAN!

(silahkan dikopi dan disebarkan kepada seluruh naposo HKBP di Indonesia, dunia dan
sekitarnya. :-)


Tuhan mendahului kita ke masa depan!

Kawan-kawan Naposo HKBP,

Aku Daniel Taruli Asi Harahap, sahabat, abang dan pendetamu di HKBP. Pertama-tama
aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena pernah aktiv dan terlibat di Naposobulung HKBP, persisnya di awal 1980-an di gereja pinggiran timur Jakarta yang bernama HKBP Pulomas. Itu salah satu masa terindah dalam hidupku yang takkan mungkin kulupakan. Selanjutnya aku juga bersyukur karena aku juga pernah ditempatkan sebagai staff atau pekerja di Departemen NHKBP Kantor Pusat Pearaja dan terlibat penuh dalam Tahun Pemuda HKBP 1990 yang bermuara kepada Konferensi Naposobulung HKBP di Sipirok. Aku telah menuliskan seluruh pengalamanku tentang even bersejarah, yang entah kenapa dihapus di Almanak HKBP 2007, dalam bukuku yang sebentar lagi terbit: Anak Penyu Menggapai Laut – Pengembaraan seorang muda belajar teologi, menjadi pendeta dan pribadi otentik. Aku juga bersukacita dan lagi-lagi bersyukur – dalam usiaku yang tidak terlalu muda lagi – aku juga masih diperkenankan hadir dalam Konferensi NHKBP Sidikalang 2000 sebagai seorang kawan dan abang naposobulung HKBP.


Namun aku lebih berterima kasih dan merasa sangat terhormat, karena aku pernah menjadi pendeta NHKBP di Palembang (1991-1996) dan setelah menikah dan punya tiga anak aku masih diijinkan lagi menjadi pendeta NHKBP di Rawamangun (2003-2006). Harus kukatakan terus terang, menjadi pendeta khusus NHKBP adalah anugerah Tuhan yang sangat besar dan membuat aku bangga dan bahagia berkepanjangan. Bahkan harus kukatakan: pada masa konflik HKBP tahun 1990-an aku pernah menjadi satu-satunya pendeta NHKBP di dunia. Bukankah itu sesuatu yang “hebat” apalagi jika dikaitkan dengan statusku sebagai manusia berdosa dan memiliki banyak kekurangan? :-)


Seperti sudah sering kubilang padamu, sekarang aku tidak lagi muda, umurku sudah 43 tahun (batasan pemuda menurut Konferensi Sipirok maksimal 30 tahun, menikah atau tidak menikah). Aku sering merasa lelah, terutama tidak sanggup lagi mengikuti dinamika kalian anak-anak muda HKBP masa kini yang sangat luar biasa. Namun rupanya Tuhan belum menganggap tugasku selesai, setelah pindah dari HKBP Rawamangun aku (lagi-lagi boleh berbangga) menjadi pendeta HKBP pertama yang hadir di dunia maya Friendster. CMIIW. Aha. :-) Ketika aku menuliskan surat ini aku mempunyai 761 (tujuh ratus enam puluh satu) kawan di sana, sebagian besar pemuda, dan sebagian bukan anggota HKBP dan bahkan ada beberapa di antaranya saudara kita beriman Islam.

 

Sebelum aku lupa: bila kau punya account FS add me as your friend :
dta_harahap@yahoo.com atau email: harahapdaniel@yahoo.com

Atau klik: http://www.friendster.com/26126616
atau boleh juga kunjungi langsung blog-ku: http://rumametmet.com

Namun kupikir kebanggaanku itu tidak terlalu penting. Ada sebenarnya yang lebih penting yang ingin kusampaikan kepadamu sebelum kalian bertemu di “kampung halamanku” Jetun Silangit melakukan Konsultasi Nasional Naposobulung HKBP 13-16 Juni 2007 nanti. Aku tidak ikut. Kupikir itu baik bagimu, baik juga bagiku. Usiaku mengatakan aku harus berhenti menjadi pendeta NHKBP untuk digantikan oleh pendeta-pendeta HKBP yang lebih fresh, cerdas dan berani, serta kreatif. Sebab itu cukuplah aku membuat surat saja kepadamu sebagai seorang kawan, abang dan pendetamu di HKBP.

Mensyukuri setiap pertemuan naposo HKBP Kawan-kawan, aku tidak tahu itu ide dari siapa, dan itu tidak terlalu penting. Namun aku mau mengajakmu bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus, Kepala Gereja, Sahabat kita, bahwa Naposo HKBP akan bertemu lagi dalam sebuah even yang dinamakan Konsultasi Nasional. Bagiku, tulus, itu adalah sebuah anugerah. Ingat kata Alkitab: Tuhan bekerja dalam segala sesuatu (termasuk pemuda tentu) untuk mendatangkan kebaikannya. (bagi yang kurang rajin baca Alkitab itu ada di Roma 8:28). Sebab itu nasihatku: ucapkanlah terima kasih kepada Eforus Ompu i Pdt DR Bonar Napitupulu yang mendukung Konsultasi Nasional Naposo HKBP itu. Tanpa dukungan Eforus Konsultasi Naposo HKBP dan tindak lanjut hasil-hasilnya mustahil terlaksana. Doakan juga Eforus agar selalu sehat, gembira dan diberikan kearifan Roh memimpin gereja besar ini.


Hatiku mengatakan semoga sebanyak-banyaknya naposo bisa hadir di pertemuan berharga itu. Lebih banyak lebih baik. Tapi seringkali dana dijadikan alasan kendala. Tapi kuharap semua Distrik akan mengirimkan utusannya. Panitia mengatakan 3 orang per distrik, saranku, bujuklah (kalau perlu desak baik-baik) agar setiap distrik diijinkan mengirimkan 7-10 orang utusan. Pertemuan pemuda dimanapun, sepanjang pengetahuan dan pengalamanku, tidak memerlukan akomodasi dan konsumsi mewah. Naposo HKBP bisa dan biasa tidur di barak atau tenda ramai-ramai, bersesakan seperti ikan gembung rebus, dan kupikir kau setuju itu lebih asyik dan sedap. :-)


Bawalah Alkitab dan Buku Ende HKBP. Ya naposo harus membawa Alkitab kemana-mana. Jangan sekali-kali beranggapan kau sudah hapal isinya. Itu celaka. Pertemuan pemuda gereja harus benar-benar menjadikan Alkitab sebagai sumber dan acuan. Juga Buku Ende. Apalagi Buku Ende HKBP sekarang banyak sekali lagu yang bagus-bagus. Kau bisa bernyanyi sepuasnya memuji Tuhan dan melantun kidung doa kepadaNya.


Manfaatkanlah pertemuan itu untuk berkenalan, mencatat nomor ponsel dan email, dan bertukar gagasan. Namun Konsultasi Naposo HKBP itu sangat mahal. Ya, mahal sekali, bukan hanya dari dana tetapi juga dari waktu dan kesempatan. Sebab itu konsultasi ini janganlah kauhabiskan hanya sekedar ajang melampiaskan unek-unekmu. Aku tak mengatakan unek-unekmu tak penting, tapi keluarkanlah dan selesaikanlah persoalan unek-unek itu di resort dan distrikmu masing-masing. Bikinlah cepat-cepat pertemuan naposo se distrik, godoklah di sana pikiran-pikiranmu, sehingga kau bisa membawa gagasan hampir matang ke Konsultasi Nasional. Tinggal memanaskan saja. Tapi ingat semua pikiranmu harus tertulis dan kalau perlu lebih dulu posting di internet. Jangan cuma cuap-cuap depan mik. :-)

 

Visi ke masa depan
Apa yang Menajamkan visi ke masa depan harus kaubicarakan di sana? Aku tidak tahu. Aku tak mau mengguruimu. Menurutku kau harus lebih tahu. HKBP masa depan milikmu. Namun jika aku dimintai pendapat sebagai salah satu abang dan pendetamu, aku mengatakan: tajamkanlah visi masa depan kita. Mulai sekarang (seharusnya dari kemarin-kemarin) bertanyalah: Apakah kira-kira yang akan terjadi di dunia ini empat belas tahun mendatang mendatang? Indonesia yang macam apakah yang kau harapkan empat belas tahun ke depan? Apakah mimpimu tentang HKBP 2021? Mungkin kau bertanya dari mana angka 14 itu. Jawabku, karena Allah juga memberi Yusuf muda kemampuan melihat empat belas tahun ke depan. Dua kali tujuh tahun. Aku percaya Allah juga memberimu kemampuan menatap dunia, Indonesia dan HKBP dua kali tujuh tahun.

 

Membaharui misi HKBP

Berdasarkan visi masa depan itulah, kita merumuskan ulang dan membaharui misi HKBP. Apa sebenarnya yang harus dilakukan HKBP di dunia dan di Indonesia ini? Namun hati-hati, HKBP bukan perusahaan dagang, bukan juga partai politik (apalagi kaki-tangan partai politik yang mengaku kristen atau setengah kristen), bukan juga punguan atau arisan marga-marga Batak. HKBP adalah gereja. Sekali lagi: HKBP adalah gereja Tuhan. Apa itu gereja? Persekutuan orang-orang dari segala kaum, golongan, bangsa dan bahasa yang dipanggil oleh Allah dari dalam dunia ini untuk percaya kepada Yesus Kristus, dan diutus ke dalam dunia menyampaikan Injil Kristus. Itu artinya: misi HKBP di dunia ini ditentukan oleh Tuhan. Agenda HKBP hanya bisa disusun berdasarkan agenda Tuhan, Sebab itu di Konsultasi Nasional nanti kau juga harus bertanya kepada Tuhan, Pemilik gereja ini, apa yang harus dilakukan oleh HKBP.


Itulah sebabnya aku menyarankan agar dalam konsultasi nanti kau lebih banyak dan serius membaca Alkitab dan berdoa mencari kehendak Tuhan bagi HKBP. Pergumulan imanku mengatakan Tuhan menyuruh HKBP menjadi kabar baik bagi Indonesia dan dunia. Ya, Tuhan mengutus HKBP bukan sekedar memberitakan kabar-kabar yang kita anggap baik, tetapi berjuang menjadikan diri kita sendiri kabar baik bagi dunia dan bangsa ini. Kehadiran HKBP harus bisa disambut dan diterima sebagai kabar baik oleh masyarakat, bangsa dan negara Indonesia ini yang pluralistik, mayoritas Islam, dan miskin ini. Mungkin kau bertanya bagaimana HKBP bisa menjadi kabar baik di hati masyarakat dan bangsa ini? Jawabku: dengan mencontoh Yesus dan menjadikan Dia (kata-kataNya, kesetiaanNya kepada kebenaran, simpatiNya kepada yang miskin, penderitaan dan kematianNya demi kasih, dan jangan lupa kebangkitanNya) sebagai sumber inspirasi dan sumber motivasi kehidupan gereja.

 

Menetapkan sasaran

Jika visi dan misi HKBP jelas, maka kita juga akan mudah menetapkan sasaran-sasaran HKBP ke masa depan. Guru-guru manajemen telah mengajarkan sasaran harus terukur, realistis, menantang dan konkret. Lantas apa sasaran HKBP? Itulah yang perlu kau bicarakan dan kaji. Namun menurutku sendiri (silahkan koreksi, tambahkan dan kurangi) minimal kita perlu membuat 4 (empat) hal sebagai sasaran di HKBP selama tujuh tahun ke depan.

Pertama: membangun database HKBP.

Kautahu sampai sekarang database HKBP tidak ada. Kecuali Tuhan, tidak ada satu orang pun yang tahu berapa persisnya jumlah anggota HKBP di dunia ini (yang sudah mati kupikir tak perlulah ikut dihitung). Masalahnya Tuhan tidak mau memberitahumu begitu saja. Dia kepingin HKBP menghitung sendiri berapa jumlah anggotanya, sebab Dia sudah memberikan kita manusia akal budi. Baiklah kau dan aku dan semua orang di HKBP ini sadar tanpa database sesungguhnya tidak ada yang bisa kita kerjakan. Program-program kita akan melenceng dari sasaran. Bahkan seperti kata beberapa orang, masalah HKBP yang utama adalah: HKBP tidak tahu masalahnya.


Kedua: melakukan restrukturisasi HKBP.

Ya, tidak usah takut dan ragu mengatakannya: restrukturisasi HKBP! Menurutku, struktur organisasi HKBP harus diubah total atau menyeluruh. Untuk itu kita perlu pengkajian dan penghitungan yang sangat cermat dan matang. Tidak perlu buru-buru.

Mengapa harus diubah? Aku memiliki dua alasan, 1) untuk menyesuaikan dengan jaman moderen, dan 2) untuk menyesuaikan dengan kultur Batak kita sendiri. Seperti kau tahu kita hidup di era global dan era internet yang ditandai dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informatika. Sementara itu struktur HKBP sekarang (yang sangat hirarkis dan birokratis) terus terang adalah warisan jaman agraris ketika HKBP masih hidup di Tanah Batak dan sekitarnya. Di era jaringan ini , sebagai salah satu contoh, menurutku kita tidak memerlukan Kantor Pusat yang sangat besar dan kuat, yang mengklaim diri sebagai pusat segala-galanya dan ingin mengendalikan segala-galanya. Kehidupan HKBP sesungguhnya ada di jemaat-jemaat mandiri yang jumlahnya lebih dari 3000 unit itu. Kantor Pusat cukuplah menjadi koordinator saja. Jemaat-jemaat HKBP yang 3000 itulah yang bergerak aktiv melaksanakan visi dan misi HKBP.

Aku tahu betul orang muda berpikir jernih dan tidak takut menghadapi tantangan. (sebaliknya orang yang tidak berpikir jernih dan sangat takut menghadapi tantangan jangan menyebut dirinya muda). Aku suka membayangkan gereja HKBP kita ini sudah seperti “seorang ompung-ompung yang menderita penyakit obesitas atau kegemukan” sehingga bukan saja tidak lagi bisa berpikir cepat dan tajam (karena sering kehabisan nafas dan ketiduran) tetapi juga sangat sulit bergerak melakukan berbagai aktivitas. Menurutku tugasmu sebagai NHKBP adalah membuat HKBP kembali menjadi “gadis yang sehat, menarik dan lincah”. Ya, jika Yesus bangkit pada hari ketiga, maka HKBP dapat dan harus bangkit pada tahun ke seratus lima puluh 2011 nanti. Kembali muda dan bergairah.

Sebab itu kita harus berani merampingkan HKBP (orang yang sangat suka memelarkan dan memekarkan propinsi dan kabupaten sebenarnya melawan semangat jaman!). Aku mengusulkan kita perlu menciutkan jumlah distrik dari 25 (dua puluh lima) menjadi 8 s/d 10 distrik saja (dengan begitu biaya Kantor Pusat menggaji praeses dan kepala bidang bisa dihemat), yaitu: Tapanuli, Sumatera Timur, Riau, Sumatera Tengah & Selatan, Jabotabed, Jawa, Kalimantan, IBT. Sederhana kan? Praeses-praeses kita lantas benar-benar dapat didorong menjadi pemimpin gereja wilayah yang berwibawa dan memiliki tanggungjawab penuh memimpin pelaksanaan tugas-tugas gerejawi HKBP di distriknya masing-masing.

Selanjutnya, saranku resort HKBP dihapuskan saja. Ya, kuulangi agar kau tidak salah baca: resort-resort HKBP dihapuskan saja. Sebab menurutku resort benar-benar pemborosan, sebab kegiatan resort seringkali hanya duplikasi dari kegiatan jemaat. Lebih parah: resort tidak bisa dikontrol. (Jika kau baca Aturan seksama: pendeta resort bertanggungjawab kepada dirinya sendiri.) Namun celakanya, dalam beberapa tahun terakhir jumlah resort justru membengkak hebat. Alasannya kita sama-sama tahu: mereka ingin punya tiket ke sinode godang. Cuma itu saja kok. Tidak mau tahu apa akibatnya bagi perkembangan jemaat selanjutnya. Bahkan ada resort hanya beranggotakan tidak sampai dua ratus kepala keluarga, dan bahkan belum memiliki tanah dan gedung gereja. Dengan menghapuskan resort maka jemaat-jemaat HKBP (yang pada hakikatnya sejak dulu swadaya, swakarsa, swadana) kita dorong benar-benar mandiri melakukan tugas dan tanggungjawabnya sebagai jemaat. Aku tidak begitu pandai berhitung. Namun kau pasti sangat mudah menghitungnya: berapa milyard yang bisa dihemat HKBP setiap tahun jika kita menghapuskan 400 resort?


Namun itu saja belum cukup. Kita harus merampingkan juga jemaat-jemaat lokal HKBP yang jumlahnya 3000-an itu. Menurutku, beberapa jemaat yang belum mampu mandiri yang letaknya berdekatan harus kita yakinkan sekuat tenaga agar mau bergabung menjadi satu jemaat mandiri. Atau sementara bolehlah “menempel” atau “bergantung” ke jemaat yang sudah mampu, dengan syarat pada waktu secepatnya harus bisa manjae. Jika tidak mampu, apa boleh buat, tidak bisa tidak, jemaat itu harus merger atau bergabung dengan jemaat lain. Aku harus mengatakan: melikuidasi jemaat bukan dosa, tetapi justru panggilan sejarah. Ini harus ditegaskan sebab entah kenapa ada orang yang berpikir menggabungkan dua jemaat HKBP identik dengan menutup rumah Tuhan. Padahal itu soal biasa dalam organisasi yang ingin lincah bergerak termasuk gereja. Gagasan dasar kita: satu jemaat satu pendeta. Minimal. Itu artinya kita masih butuh paling sedikit 2000 pendeta. Jadi jangan ada yang berpikir pendeta HKBP sudah
kebanyakan.


Menurutku, jika kau memang serius dengan masalah HKBP, kuharap demikian, bahas dan kajilah gagasan restrukturisasi HKBP itu di konsultasi naposo HKBP mendatang. Kau adalah generasi HKBP baru yang punya tanggungjawab tidak hanya memelihara warisan HKBP tetapi juga membaharui gereja HKBP ini agar dapat melaksanakan misinya di dunia masa depan yang penuh tantangan. Kau memiliki pengetahuan dan ketrampilan menganalisis dan melakukan pengkajian. Kau mampu melakukan hal itu. Namun saranku tidak perlu buru-buru.


Ketiga: periodesasi pelayan.

Menurutku salah satu sumber masalah di HKBP adalah karena kita memiliki sistem parhalado seumur hidup. Sistem parhalado seumur hidup (juga guru Sekolah Minggu seumur hidup!) membuat HKBP benar-benar mati langkah. Kita bukan saja kehilangan kesempatan melakukan penyegaran, mekanisme kontrol, tetapi juga menutup pintu bagi banyak orang untuk berpartisipasi dalam gereja HKBP (baca: ikut mengambil keputusan). Menurutku salah satu kesulitan HKBP melakukan rekonsiliasi juga sebagian disebabkan oleh sistem parhalado seumur hidup itu. Mengapa? Karena parhalado yang konflik tahun 1990-an masih menjabat parhalado di tahun 2000-an.

Ada satu lagi alasanku mengapa dalam tiap kesempatan aku mengkampanyekan sistem parhalado periodik (termasuk guru SM): sistem parhalado seumur hidup itu tidak cocok dengan kultur Batak yang justru sangat menghargai pergantian dan pergiliran peran. Hari ini hula-hula besok boru. Kemarin duduk di belakang sekarang duduk di depan. Indah kan? Sebenarnya itu bukan gagasanku pribadi. HKBP pernah melakukan perodesasi parhalado dalam sejarahnya. Mari kita kembali ke khittah konstitusi 1918.


Keempat: transparansi HKBP

Kata transparan (bahasa Batak: patar, tedek, torang) adalah kata kunci dalam masyarakat moderen, Kristen dan juga Batak. Namun anehnya HKBP yang mengaku Batak, Kristen dan moderen ini sama sekali tidak transparan. Bukan hanya di Pusat dan Distrik tetapi terutama di Resort dan Jemaat. Aku suka bercanda: HKBP hanya transparan dalam melaporkan penerimaan tetapi tidak transparan melaporkan pengeluaran uangnya. Itulah salah satu masalah dan sumber pertengkaran di HKBP kita. Aku ingin konsultasi Naposo 2007 memberi perhatian serius kepada masalah transparansi HKBP ini. Dengan transparansi inilah kita dapat berkonsentrasi melaksanakan tugas-tugas utama kita dan tidak harus saling mencurigai dan saling menuduh. Jika kau mau dan mampu mendesak HKBP di semua jajarannya menetapkan transparansi sebagai sikap dan kebijakan, kupikir kau pantas dapat pujian. Namun jika kau gagal atau belum mampu, saranku jangan putus asa, berlakukanlah transparansi sebagai keputusan yang mengikat seluruh NHKBP. Mari kita lihat: bola salju perubahan akan menggelinding.

 

Menjaga jarak dengan kekuasaan

Aku sudah menantangmu agar naposo HKBP mengkaji dan merumuskan sasaran-sasaran HKBP. Namun sebelum mengakhiri surat ini, aku ingin menyampaikan satu hal lagi kepadamu, yaitu mengenai prinsip-prinsip untuk mewujudkan sasaran itu. Salah satu prinsip itu adalah: independensi gereja terhadap kekuasaan. Kautahu, dulu HKBP pernah konflik hancur-hancuran akibat campur tangan pemerintah terhadap kehidupan bergereja. Syukurlah reformasi Mei 1998 terjadi, Indonesia menjadi negara sangat demokratis di dunia, dan HKBP pun rekonsiliasi.


Namun aku mendapat kesan sekarang HKBP (termasuk kawan-kawanku yang dulu sangat getol berteriak menolak campur tangan pemerintah) tidak lagi kritis kepada hubungan gereja dengan pemerintah dan negara. Jika dulu pemerintah mencampuri gereja, kini ada godaan gereja mulai ikut-ikutan mencampuri pemerintah (terutama daerah). Sebagai seorang pendeta aku ingin mengatakan padamu, Naposo HKBP harus tetap kritis. Sebagai gereja kita harus tetap menjaga jarak dengan kekuasaan pemerintah, partai-partai (termasuk yang mengaku Kristen atau setengah Kristen). Memakai bahasa Ompu i GHM Siahaan almarhum let the church be church. Sebab itu aku menyampaikan pesan padamu, sebagai naposo kau harus ikut menjaga dan mengawasi agar HKBP tidak ikut-ikutan bermain kekuasaan, baik di kabupaten maupun propinsi atau negara. Tugas HKBP adalah mendoakan, memberi pertimbangan moral dan etik kepada penyelenggaraan kekuasaan politik, bukan dengan menjadi pemain-pemainnya. Peran pendoa dan profetik HKBP itu hanya dapat kita lakukan selama HKBP tetap berjarak dengan kekuasaan.


Aku melihat HKBP dalam situasi sangat sulit. Reformasi Mei 1998 memang memberi banyak harapan, tetapi juga membawa banyak kesukaran yang mesti kita hadapi dengan arif. Salah satu kesukaran itu adalah mengerasnya politik etnis. Maksudku: politik yang dikaitkan dengan etnis dan agama. Itu nampak sekali dalam nafsu pemekaran kabupaten yang selalu didasarkan kepada pembagian wilayah penyebaran etnis atau di Tanah Batak genealogis marga. Dulu itu digunakan oleh penjajah Belanda melakukan politik divide et impera, atau politik adu-domba dan pecah-belah masyarakat Batak. Aku beri contoh: dengan mudah orang awam dapat membayangkan bahwa seorang marga Lumban Tobing tidak akan pernah bisa menjadi bupati di Toba. Sebaliknya seorang marga Sitorus tidak akan bisa jadi bupati di Humbang. Begitu juga dengan jabatan2 lain di pemerintahan daerah. Lantas mau dibawa kemana negara ini, mau kemana komunitas Batak dan HKBP kita?

Secara khusus aku harus menyebut soal ide pembentukan propinsi Tapanuli. Aku tidak menentang pembentukan propinsi (walaupun menurutku sama saja seperti HKBP, sebaiknya Indonesia juga hanya punya tujuh atau delapan propinsi saja!) jika memang didasarkan kepada pengkajian dan studi kelayakan sungguh-sungguh (minimal oleh tiga perguruan tinggi) oleh berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu. Namun kesanku, maafkan aku jika salah, ide pembentukan propinsi Tapanuli tidak lahir dari pengkajian akademis, tetapi lebih merupakan kepentingan politik praktis sempit dan sesaat, sebab itu untuk jangka panjang sangat merugikan kita semua.


Aku hanya seorang pendeta kecil di “akar rumput” HKBP, namun menurutku pembentukan suatu propinsi atau kabupaten “kristen” tidak bermanfaat bagi proyek raksasa belum selesai yang bernama: Indonesia demokratis dan pluralistik masa depan. Itu hanya merangsang orang-orang lain makin menggebu-gebu membentuk propinsi dan kabupaten “islam”. Padahal selama puluhan tahun Sumatera Utara menjadi contoh dari pluralisme Indonesia (ingat di kampung kita tidak pernah ada kerusuhan agama). Di Sumatera Utara, termasuk di Medan, selama ini kita tidak mengenal pembagian wilayah berdasarkan agama. Terus terang aku tidak suka ada kabupaten “islam”, sebab itu aku juga tidak suka “kabupaten kristen”. Aku tidak nyaman dengan “partai islam” karena itu aku juga tidak nyaman dengan “partai kristen”. Menurutku negara ini tidak boleh dikotak-kotakkan berdasarkan penyebaran agama juga etnis, apalagi gabungan keduanya. Itu berbahaya sebab sangat sulit mengontrolnya.


Selain itu ide pembentukan propinsi Tapanuli menurutku, selain potensial menimbulkan masalah-masalah krusial dibidang pertanahan dan hukum adat, hanya semakin mengkotak-kotakkan masyarakat Batak, menjauhkan sub-etnis Batak yang satu dari yang lain. Sebagaimana kautahu masyarakat Batak terdiri dari banyak sub-etnis (Toba, Simelungun, Karo, Angkola, Pakpak, Mandailing (?). Yang dinamakan sub-etnis Toba juga sebenarnya terdiri dari banyak sub-sub-etnis (aku tidak tahu istilah yang tepat), yaitu: Silindung, Humbang, Toba, dan Samosir. Aku ingin kau anak-anak muda berpikir luas dan jauh ke depan melampaui batas-batas lama. Ingatlah dan sadarlah juga masyarakat Batak dan juga HKBP kita masih memiliki “api dalam sekam” yang bernama: primordialisme. Api itu bisa setiap saat marak dan membakar HKBP dan sekelilingnya. Menurutku, daripada kita menghabiskan enerji membentuk propinsi Tapanuli mending, kita serius membangun Sibolga sebagai pelabuhan samudera dan kota industri (itu juga rekomendasi Konferensi Naposobulung Sipirok) untuk mengimbangi perkembangan di Sumatera bagian Timur.

 

Gerakan Pendidikan

Sebenarnya banyak sekali yang ingin kudiskusikan dengan kalian. Namun karena keterbatasan waktu aku mau mengatakan salah satu saja yang kuanggap terpenting. Menurutku masalah rumit yang sedang kita hadapi sebagai gereja, masyarakat dan negara Indonesia ini hanya dapat diselesaikan melalui pendidikan. Ya, pendidikan. Sebab itu aku ingin mengajak anak-anak muda HKBP: mari kita mendorong kembali gerakan pendidikan HKBP (biarlah kawan-kawan kita di sana mendorong NU dan Muhamadiah juga kembali menjadi gerakan pendidikan). Gereja HKBP ini pernah memiliki 1000 unit sekolah. Mari kita pikirkan bagaimana menghidupkannya kembali satu per satu. Desaklah Universitas HKBP Nommensen membuka cabang di Tarutung (yang suatu ketika harus mandiri) dan di Pangururuan. “Gosoklah” para pengacara Batak yang kaya-kaya dan suka bermazmur itu membangun Sekolah Tinggi Hukum di Sipoholon. Bujuklah Politeknik Del di Laguboti agar memperbesar dirinya minimal menjadi separuh ITB. Doronglah agar tanah milik Departemen Naposobulung HKBP di Baniara Tele (masih ada?) dipakai menjadi Institut Pertanian dan Agrobisnis. Oh ya, desaklah HKBP menumpahkan uang untuk membangun STT HKBP Pematang Siantar, membangun perpustakaan terbesar di Indonesia di persemaian teologi itu. Dan lain-lain.


Aku mau mendorong anak-anak muda HKBP berani bermimpi seperti Yusuf dalam cerita Alkitab. Pakailah momen Konsultasi Nasional Naposo HKBP 2007 untuk menyingkapkan mimpi-mimpi besar kita, dan bukan sekedar menggerutu tentang kelakuan satu-dua pendeta HKBP, atau berdebat apakah dalam kebaktian boleh tepuk tangan atau pake jins, atau mengeluhkan ketiadaan dana retret, atau menangis (bahasa Batak: mangandungi) karena rekomendasi Konferensi Sipirok dan Sidikalang tidak diakomodir oleh Sinode Godang yang lalu. Naposo HKBP janganlah hanya memikirkan kepentingan naposo sendiri. Ingatlah orang yang hanya mau syuur atau senang-senang sendiri mirip dengan orang bermasturbasi. :-) Biasanya itu adalah orang yang tak percaya diri, lari dari kenyataan, tak sanggup menghadapi masalah-masalah, dan sangat egoistik. Terus terang sebagai pendeta HKBP, aku tak mau Naposo HKBP hanya memikirkan dan menyenangkan dirimu sendiri. Kau harus belajar memikirkan gereja, masyarakat, bangsa dan negara ini. Soal peran dan kedudukan naposo atau pemuda di HKBP: jangan keluhkan. Peran dan kedudukan sampai kuda bertanduk tidak akan pernah diberikan kepadamu. Jangan menunggu, apalagi sambil mengeluh, tetapi ambillah dan ciptakanlah peranmu. Kalau perlu rebut baik-baik dan santun. :-)


Satu lagi, kau sudah dewasa, tahun depan HKBP mengadakan Sinode Godang (baca: pemilihan eforus). Saranku sebagai kawan dan abangmu yang belasan tahun bergumul bersamamu: naposo HKBP jangan ikut-ikutan bermain “politik gereja” apalagi dukung-mendukung calon, juga jangan mau ditarik-tarik (seandainya ada yang ingin menarikmu). Aku ingin mengajakmu tetap berkonsentrasi kepada visi dan misi masa depan HKBP. Namun masih ada catatan: siapa pun yang terpilih di Sinode mendatang kita semua harus mendukung, dan jangan jatuhkan di tengah jalan. Kita harus belajar dewasa. Dalam hal ini aku berani mengatakan: jangan tiru generasi tua HKBP yang selalu menghianati pilihannya sendiri. Kau harus lebih dewasa berorganisasi dibanding bapakmu. Serius!


Kembali ke masalah gerakan pendidikan HKBP yang merupakan fokus perhatian kita, menurutku kita perlu memikirkan langkah-langkah serius. Mimpi kita sangat besar, sebab itu kita harus melangkah setahap demi setahap, mulai sekarang, dengan tetap rendah hati. Saranku sederhana saja. Pertama: menunggu mampu membangun Tapanuli sebagai sentra-sentra pendidikan bermutu di negara ini, doronglah setiap jemaat HKBP memiliki komisi beasiswa. Membangun sekolah (apalagi bermutu) sulit, tetapi membentuk komisi beasiswa di tingkat jemaat jauh lebih mudah. Kedua: masukkanlah komputer sebanyak-banyaknya ke Tapanuli. Ajaklah anak-anak muda HKBP menyumbang komputer sebanyak-banyaknya ke gereja-gereja dan sekolah-sekolah HKBP. Pokoknya sebanyak-banyaknya. Aku yakin komputer-komputer itu akan mendorong perubahan yang sangat besar dan cepat di Tapanuli termasuk cara berpikir. Kalau tidak percaya, cobalah. Dulu, waktu kampanye pemilu, aku pernah mengatakan setengah bercanda kepada salah satu partai, sebarlah lima ribu komputer ke desa-desa Tapanuli, dijamin mereka pasti menang. Mereka akan dianggap sebagai pahlawan kemajuan dan pembaharuan Batak masa kini. (Ingat orang Batak sangat memuja kemajuan). Namun alih-alih membagi komputer, mereka hanya bagi-bagi janji palsu dan brosur-brosur. Ya sudahlah. :-) Mungkin kau mengatakan, sulit sekali meyakinkan parhalado jemaat membangun komisi beasiswa dan membeli komputer. Jangan putus asa. Lakukanlah sendiri di Naposo HKBP. Tidak ada yang melarangmu membentuk Komisi Beasiswa Naposo HKBP atau program bakti komputer NHKBP. Tapi jika itu pun tidak sanggup kau lakukan, aku hanya bisa bilang memakai bahasamu: “matilah” kau! :-) Naposo HKBP: bukan bunga tetapi petani bunga.

Dulu naposo HKBP disebut bunga-bunga huria. Aku sedih sekali sebab dalam proposal resmi Panitia (lihat situs resmi HKBP www.hkbp.or.id) aku masih menjumpai istilah menghina naposo itu. Padahal itu sudah lama kita tolak. Naposo HKBP bukan bunga asesoris atau pajangan, tetapi anggota dewasa yang ikut bertanggungjawab atas kehidupan HKBP. Konferensi Naposo HKBP tahun 1990 bahkan menolak cikal bakal (tunas kelapa) sebagai lambang pramuka. Alasannya pemuda adalah pohon kelapa yang sudah mulai berbuah. Makin tua kelak makin menjadi. :-) Naposo HKBP juga sudah berbunga dan berbuah, kita harapkan akan lebih subur lagi. Sebab itu aku lebih suka menggambarkan naposo sebagai petani bunga atau petani buah saja. Berkaryalah. Ya, berkarya sambil belajar. Tekun. Jangan hanya mengeluh. Jangan menggerutu. Jangan bersungut. Sebaliknya: tetaplah gembira dan bahagia merayakan masa muda pemberian Tuhan untuk melakukan berbagai kebajikan di dunia.


Aku harus berhenti disini. Selamat berkonsultasi. Allahku di pihakmu. Aku akan mendoakanmu dari jauh, dan kita akan selalu berdoa dan ber-PA bersama-sama. Sampaikan salamku kepada kawan-kawanku panitia konsultasi naposo, sebagian mereka adikku dan sebagian lagi tulangku dan ompungku. :-) Jangan lupa ya menyampaikan ada salam manis dan hangat dari Bang Daniel. Katakan aku baik-baik dan sehat-sehat saja.

Udur ma hita sasude Naposobulung Kristen Batak
Sai unang marnalemba be, tung unang tinggal nang sahalak,
Tuhan Jesus do Partogi dipatiur dalan i,
Sai tongtong ho diramoti unang ganggu rohami.

Arahan hahaanggimi mananda silang ni Tuhanta,
Sai pangke gogomi sude, manuhuk silang ganup ari.
Sai tajalo hagogoon na so hasuhatan i.
Asa saut ma jaloonta hasonangan surgo i.

 

Akhir April 2007,

 

Horas HKBP, hidup Naposobulung!

 

Daniel T.A. Harahap

http://profiles.friendster.com/danielharahap

 

(salah seorang kawan, abang, dan pendetamu di HKBP)

Home: http://rumametmet.com


Share on Facebook

Tags: , , , , , , , ,

17 Responses to SURAT TERBUKA UNTUK KONSULTASI NAPOSO HKBP 13-16 JUNI 2007

  1. Donie Artha on April 28, 2007 at 8:54 am

    WAuh….

    WaUhh..

    MaU BilaNG Apa yaCh TentanG Tulisan AmaNG ini..

    wauH…

    Amang’ Abangku ? (Harahap=Pasaribu )
    Gimana Aku Mau Ekspresikan rasa Ke WaUhh-ku.. terhadap Tulisan amaNG ini,,,,

    Wauh… Hebat…
    Wauh… Hebat…

    Salam

  2. BOYDO on April 28, 2007 at 8:32 pm

    wahhh…seandainya aku terpilih menjadi utusan kesana amang aku akan mengusulkan seluruh tulisan amang ini…karena aku setuju semua..masalahnya sampai sekarang di bandung ngga ada kabar mengenai kegiatan naposo nasional ini..aku akan cari tau amang..mungkin ketua distrik sekarang kurang bisa bersosialisasi hehehe..
    Aku sangat setuju dengan masalah kerampingan organisasi ini makanya aku sekarang sibuk berusaha merangkul para NHKBP yang menamakannya NHKBP BAndung dan NHKBP Bandung Riau untuk segera melakukan persatuan..Susah amat si persatuan di bandung ini amang, mohon doanya..aku ngga mau politik SAE Nababan terus berakar melalui gereja HKBP Bandung ini..Tapi masalahnya juga ntah kenapa para pemuda di Bandung sekarang udah jadi pemuda yang cemen yang mementingkan diri sendiri aja..cari aman..ngga lagi bisa berpikir untuk gereja dan bangsa serta masyarakat…sorry amang jadi curhat..tapi yang pasti dengan tulisan amang ini aku terinspirasi untuk lebih semangat lagi melayani khususnya di HKBP dan tidak menggerutu aja..oke amang mauliate godang..mangenai pendidikan komisi beasiswa mantap juga coba aku usul kan di NHKBP..tapi janji amang nanti kalau jadi pengacara terkenal aku akan rangkul temen2ku bangun sekolah di kampung..sahali nai mauliate godang..Hidup NHKBP!!

  3. tiur on April 29, 2007 at 6:11 pm

    bagus sekali jika buah pemikiran dari Pdt. Harahap dapat dibaca oleh rekan-rekan NHKBP, dipelajari…..dan selanjutnya menjadi bagian dari agenda pertemuan mendatang pada bulan juni-2007.
    kami doakan, agar dapat berjalan baik dan bijaksan seeeertaaaa banyak membawa berkat untuk NHKBP dan kita umumnya.
    terima kasih saya dah diberi kesempatan untuk membaca artikel diatas. masukan yang baik sekali, tinggal kita persiapkan tentara-tentara Kristus yang bijaksana……
    ayo, teman-teman sekalian masukan rencana diatas didalam doa kita setiap hari….

  4. cHRisTiNE on April 29, 2007 at 8:01 pm

    mau memberitahu, tulisan amang sudah saya kirim ke milis nhkbp kebun jeruk.trimakasih amang
    Tuhanta ma na mangaramoti hita sude na

  5. Daniel on April 30, 2007 at 2:14 am

    bang,
    aku mau nambahin dikit boleh dong? :)
    1. Masalah protap dari abang saya setuju, bahwa tapanuli tidak perlu untuk mjd propinsi sendiri karena itu, menurut saya, hanya masalah jatah jabatan dan kantong segelintir orang saja, selain masalah SDM dan SDA yang jauh dari harahap (eh maksudnya harapan hehehe…) ini yang pada akhirnya isu pendidikan menjadi jauh lebih penting dari isu protap.
    2. Selain itu saya pikir juga HKBP perlu menambahkan isu kesehatan. saya pikir, masalah kesehatan adalah sesuatu yg penting selain pendidikan. koq, saya tidak pernah melihat ada HKBP yang punya klinik sendiri y bang? saya pikir maslaah kesehatan juga sejalan dengan misi Krsitus, trutama melihat kondisi masyarakat kita yang kurang mampu.
    setelah pendidikan dan kesehatan bisa dijalankan mungkin kita juga perlu punya lembaga advokasi sendiri bang :)
    br,
    daniel simanjuntak

  6. Berty Mitsu on May 2, 2007 at 1:28 am

    Hm…sama seperti ito Boydo, kami di solo juga tidak mengetahui apapun tentang rencana pertemuan naposo bulung bulan juni nanti. Maklum, distrik 18 sedang “pusing” memikirkan tuan rumah paduan suara…hehehe…
    Tapi membaca tulisan Amang, sedikit membuat kami lega. Ternyata masih ada pendeta HKBP yang bekerja dengan melayani dan bukan menguasai. Kami mungkin (atau, pastinya) tidak dapat mengikuti acara tersebut. Jadi, kami ikut mendoakan tiap utusan, rekan dan saudara kami yang berangkat ke sana. Kiranya perubahan yang sungguh akan terjadi di HKBP. Jauh dari pada itu, kami berdoa agar hasil dari pertemuan itu tidak cuman menjadi hasil yang klise dan formalitas tapi terlaksana dengan semaksimal – sesungguh mungkin.
    Tuhan memberkati

  7. Cantiq on May 6, 2007 at 10:53 pm

    thanks bgt mang,tulisan amang uda jadi inspirasi buat aku yang sedang merasa lelah ini. Thanks….

  8. rnhkbp on May 7, 2007 at 10:19 pm

    Horas abang,
    aku bersyukur di beri kesempatan sama Tuhan untuk menjadi utusan ke konsultasi naposo juni nanti.awalnya aq pikir aq hanya ingin fokus ke dalam masalah pelayanan naposo di surabaya yang mengalami penurunan.tapi setelah aku baca tulisan abang ternyata aku sadar masih banyak masalah2/ide2 yang lain yang perlu disampaikan.makasi ya bang atas semua ide2nya.doakan kami utusan2 setiap wilayah agar dapat melakukan kegitan disana nanti dengan baik.
    aci silitonga.HKBP Ujung Surabaya.Tuhan memberkati

  9. -YANZ- on May 17, 2007 at 4:28 am

    seneng bgt pnya pdt kaya amang di HKBP ini… doain amang biar kita smua NHKBP sanggup untuk melakukan susatu buat TUHAN melalui dindakan yang berguna untuk jemaat dan sodara2 kita yg di tapanuli biar ga dibilang “matilah kau” hehehe…
    saya berdoa juga biar bertambah pdt HKBP spt amang yg bisa memberi dampak positif melalui teknologi buat Naposo melalui artikel2 yang amang tulis sehingga lebih banyak naposo yg terjangkau dengan membaca artikel amang, dan supaya amang makin diberkati beserta keluarga sehingga tetep sehat dan tetep mampu memberi masukan2 yg bermanfaat buat kami2 adek2 amang ini. terus berkarya untuk TUHAN ya amang.

    saya juga ingin menanggapi comment nya lae BOYDO :
    maaf ya amang klo kolom ini saya pake juga untuk memberi tanggapan untuk temen naposo yg laen :)

    sabar aja lae mungkin belum waktu nya persatuan itu terjadi, terkadang kita juga mesti melihat dari sudut pandang mereka,jangan hanya dari sudut pandang kita karna saya yakin mereka juga pasti punya alasan tertentu dengan mengambil sikap spt. karna ini efek dari masalah2 yang terjadi di HKBP dr masa lalu yg terlalu rumit untuk kita masukan ke akal kita.

    klo blh saya memberi masukan lae, berpikir positif aja ttg mereka tidak usah terlalu mengungkit masa lalu (spt sesuatu yg lae bilang masih berakar pada mereka) dan doakan serta berusaha tanpa harus mematok waktu nya kapan harus bersatu, karna waktu kpn dan spt apa persatuan itu terjadi bukan otoritas kita tapi otoritas TUHAN kita kpn mengijinkan hal itu terjadi, kita hanya bisa berusaha, mendoakan dan merendahkan hati serta lebih mengasihi mereka, smua itu butuh proses dan tidak semudah yg kita bayangkan,mungkin TUHAN ingin kita belajar melalui hal ini (menurut saya supaya kita sadar bahwa kita spt piring yg mudah pecah tapi tdk berarti mudah untuk di persatukan kembali, supaya di hari depan kita lebih berhati2 bertindak agar tidak pecah spt di masa lalu sehingga sulit untuk di persatukan kembali, itu pelajaran yang saya dapat selama saya jadi TARUNA dan NAPOSO HKBP) Mari sama2 kita doakan supaya hati mereka terbuka untuk bersatu dan hati kita juga murni dan tulus untuk mengajak mereka bersatu dan untuk saat ini cobalah jalin kerjasama melalui kegiatan2 naposo (meskipun kegiatan kecil) dengan mereka tanpa memasukkan embel2 bersatu (yang mungkin mereka blom siap untuk itu). persatuan itu sangat penting tapi smua ada waktu nya.
    klo amang pdt mau menanggapi silahkan amang, takut ada yg salah yg saya sampaikan terima kasih.
    semoga bermanfaat.
    God Bless Us :-)

  10. thomvel on May 25, 2007 at 10:11 pm

    Saya sangat setuju, bahwa SANGAT TIDAK PENTING untuk membangun Propinsi Tapanuli !!!!!!! kalau banyak orang Batak atau Jemaat HKBP yang kaya raya, kenapa bukan mereka saja yang membangun daerahnya sendiri !!!, jangan nagku orang Batak kalo tidak bisa membangun bona pasogitnya !!
    saya pernah terlibat debat serius dengan kawan yang “BTL” mengenai isu ini, dia beranggapan jika Tapanuli mjd prop. maka dana APBD semakin lancar krn ditopang oleh OTDA, menurut saya apakah hal itu malah akan membuat lahan baru untuk praktik KKN ? lalu bgmn kalo seluruh pejabat di pemda prop.tapanuli nantinya adalah org batak ? bukannya malah akan memicu konflik sektarian ? biarlah Tapanuli mjd tanah yg paling demokratis di Indonesia ini, jgn diganggu gugat !!!
    sdgkn untuk isu pendidikan saya sangat setuju dengan amang, HKBP harus berperan serta dalam peningkatan mutu pendidikan di Tapanuli, karena memang HKBP punya potensi untuk melakukan itu… Terima kasih… Vell

  11. GELENG-GELENG on January 30, 2008 at 11:44 am

    GERAKAN NAPOSO UNTUK PEMBAHARUAN HKBP :

    Pertama : membangun database HKBP.
    Kedua : melakukan restrukturisasi HKBP.
    Ketiga : periodesasi pelayan
    Keempat : transparansi HKBP

    saya mau tambahkan,
    Kelima : KEMANDIRIAN Naposo-HKBP

    - lima pokok minimal, bila perlu bisa kita tambahkan…
    - semua pembaharuan hanya terjadi oleh kaum muda
    - ‘UNFORTUNATELY’, budaya batak menempatkan Naposo (belum-kawin) sebagai sub-ordinat…aspek ini terbawa ke budaya gereja HKBP.
    - sebagai usul, tambahkan untuk yang kelima : KEMANDIRIAN NHKBP.
    - NHKBP jangan pernah pesimis dalam soal dana, yang penting tuntut pengakuan formal (konstitusi HKBP) yang mendukung aspek kemandirian sebagai sebuah organisasi. Selebihnya percayakan pada potensi dan kemampuan sendiri sebagai kumpulan orang2 muda. Bayangkan 3.000 gereja, berapa jumlah Naposonya !!

    Hidup NHKBP !!

    —————————————————————–
    GERAKAN PENDIDIKAN DI TANO BATAK :

    1. Lulusan setingkat SMA minimal skor TOEFL 450
    2. Sedini mungkin anak sekolah terbiasa Teknologi Informasi dan Komunikasi atau ICT

    Jadikan ke-2 hal diatas sebagai target kemampuan dasar minimal (literacy) yang harus dimiliki generasi muda Batak. Modal untuk percaya diri dan mampu bersaing membangun masa depannya sendiri agar cerah…… HKBP harusnya mau jadi pelopor !!

    - Jaman Belanda butuh kemampuan minimal bisa baca tulis latin…..
    - Setelah merdeka sampai tahun tahun 80,an tambah dengan kemampuan mengetik dan gunakan kalkulator
    - Sampai tahun 90′an… tambah lagi kemampuan program2 aplikasi komputer
    - sampai tahun 2000′an… harus tambah lagi kemampuan berbahasa Inggris
    - tahun 2000′an ke atas…??? Tingkat penguasaan bahasa asing, Inggris. Mungkin perlu ditambah bahasa Mandarin. Dan jadilah generasi ‘DIGITAL’, dengan cara sedini mungkin tidak ga-tek teknologi ICT

    Muliate

  12. Pieter on March 19, 2008 at 10:33 am

    Ulasan di atas ok…. tetapi sikap dan perilaku NHKBP sekarang sepertinya berubah dibanding NHKBP dulu… misalnya dalam keperdulian menjaga kebersihan lingkungan. Jarang saya lihat program gotong royong membersihkan lingkugan gereja yang dimotori NHKBP…. apa mungkin karena tidak dididik ortunya? atau mungkin berpikir sudah ada petugas kebersihan? Atau mungkin tidak level lagi memungut sampah, karena mungkin pembantu banyak dirumahnya ( anak orang kaya ) ? Kita boleh mengejar IPTEK setingi-tingginya,,, tetapi jangan melupakan hal-hal kecil.. misalnya gotong royong membersihkan bagian dalam gereja dan lingkungan luar sekitar gereja… Kita jangan merasa kecil atau rendah jika memungut sampah di sekitar gereja… atau kita jangan merasa tak berdosah jika membuang sampah disekitar kita terutama di sekitar gereja sekecil apapun itu ( mungkin bekas bungkus permen ) jadi iman kita berbuah dengan nyata dan dapat dilihat disekitar kita. Jangan melihat kertas atau bungkus permen atau daun di sekitar gereja dicuekin aja…. berkarya dong… ok?

  13. david silitonga on May 19, 2008 at 1:08 pm

    pak pendeta saya mau menanyakan beberapa pertanyaan tentan gereja dan politik,
    1. Setuju kah bapak jika orang kristen terlibat dalam parpol?
    2. Setujukah bapak dengan adanya pembentukan partai kristen? kalau tidak setuju peran seperti apa yang dapat menyuarakan aspirasi politik orang kristen?
    3. menurut bapak apakah politisi kristen sudah menunjukkan moral politik kristen?
    4. bagaimana tanggapan bapak tentang parpol kristen yang terlibat dalam kasus korupsi?

    terima kasih ya pak.

    daniel harahap pro david silitonga:
    1. setuju. orang kristen, sama seperti orang beragama apa pun juga, baik-baik saja jika menjadi anggota partai politik. tapi kalau tak suka, ya tak apa juga. :-)
    2. tidak sama sekali. saya menganut azas pemisahan negara dengan agama. saya tidak setuju dengan partai berbasis agama (termasuk kristen) sebab itu akan sangat berbahaya sekali. agama akan sangat mudah dipolitisir, sebaliknya politik dengan mudah dibelokkan hanya untuk kepentingan agama tertentu. aspirasi politik orang kristen silahkan disalurkan lewat partai sekuler.
    3. politisi ya politisi. beda politisi dengan orang beriman adalah: politisi boleh bohong tapi tak boleh salah. orang beriman boleh salah tapi tak boleh bohong. :-)
    4. seret saja ke pengadilan. selanjutnya parpol apapun juga harus transparan dan bersedia diaudit keuangannya.

  14. Hotmian Sibarani on June 19, 2008 at 11:53 am

    Saya rasa saya terlambat sekali baru bisa membaca tulisan amang, karena sudah satu tahun yang lalu amang tulis baru saya baca hari ini (19/08/2008) wah sungguh saya ketinggalan amang, namun demikian, saya mau bertanya buat tanggapan amang dengan rencana HKBP yang akan menyelenggarakan CAMP NAPOSOBULUNG di Seminarium HKBP Tarutung pad tanggal 29 Juni s.d 6 Juli 2008.

  15. Nnyna on July 20, 2008 at 2:30 pm

    amang pendeta, aku 24 tahun dan sekarang ini sedang menjalin hubungan dengan pria batak juga, yang menjadi permasalahan adalah mamanya dan mama ku satu marga, dan menurut mama ku hal itu tidak diperbolehkan, tetapi aku tanya kepada beberapa orang, bahwa hal itu sah-sah saja dan tidak menjadi kendala selama tidak satu marga, atau laki-laki itu satu marga dengan mama ku..

    yang benar yang mana ya amang… tolong pencerahannya..

  16. Ucok on October 20, 2008 at 8:21 am

    Amang,,
    bisa konsultasi ga amang??
    ada masalah di HKBPku di semarang amang..
    tapi tak baik kalau kutulis di blog ini..
    amang bisa bantukah??
    No. ku amang 085641626XXX
    tolong banget bantuannya amang..

    Daniel Harahap:
    Aduh janganlah saya yang disuruh menyelesaikannya. :-) Pertama saya di Serpong jauh dari Semarang. Kedua saya bukan Praeses Jabartengdiy atau Eforus. Jika ada yang mau dibagi, ceritakan saja di blog ini tanpa harus menyinggung atau menyudutkan pribadi tertentu. Namun Ruma Metmet ini hanya sekadar tempat curhat, masalah tetap harus dibicarakan dan keputusan harus diambil di rapat HKBP Semarang.

  17. sando brisman tambunan on January 14, 2010 at 10:24 pm

    Horas ma Amang.pertama saya memperkenalkan diri saya nama saya Sando tambunan.umur 25 baru menikah 1 tahun yang lalu.Saya sangat senang dan bangga menemukan blog Ruma metmet on.saya mempunyai semangat kembali fress membaca artekel,renungan blogs,dll

    Amang saya mau share .sudah dari dulu saya mempunyai cita cita dan bukan sekedar cita cita bahkan sudah lama saya pendam dan rencanakan mau jadi PENDETA yang memberitakan Hatani Tuhan i.saya selalu meridukan untuk sekolah Teologia ke STT HKBP Pematang siantar .tetapi saya masih punya kendala yaitu uang sekolah dll.

    saya mau tanya
    1. adakah STT HKBP itu mempunyai program untuk beasiswa bagi orang yang tidak mampu dan yang berkeinginan besar un
    tuk sekolah tapi karena tidak mampu?
    Amang tolonglah aku amang ada ga solusi untuk saya?

    2.sampai umur berapakah bisa masuk ke sekolah teologia STT HKBP?

    3.Amang masih adakah kesempatan bagi yang sudah berkeluarga seperti saya?

    Terima kasih amang.

    terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*