GSM, MENARILAH DGN TUHAN DAN CAPUNG DI AWAN NO-9

capung-merah2.jpg

UNTUK GURU SEKOLAH MINGGU DI MANA SAJA:


(Sebagian nama GSM di Rawamangun membekas di hatiku: Lampita Sitorus (bila ada lomba santun dan memberi hormat duluan juara-1), Merry Sitorus (yang manis jaim, hehehe), Merry Juntak (yang tangannya selalu terkilir kecil jika salaman), Merry Nainggolan (yang matanya bulat banget), Ribka (yang setelah diceburin rame-rame berubah ceria), Purnama, Hotnati, dan Morita (ketiganya emak teladan hkbp), Eva dan Asih (super kreatif dan enerjik), Liber Allagan (pria misterius, yang sangat dibutuhkan tenaganya), Pieter (GSM yang paling ganteng), Diana (yang nyelonong jadi guru di tengah jalan), Marisi (yang selalu degdegan simulasi kalau aku memimpin sermon), Herry Naga (yang selalu ada dimana-mana), Hertina (yang “satpamnya” setia menunggu di luar dan hanya mau senyum kepada kekasihnya saja hehehe), Selvina (yang justru diciptakan Tuhan senyum abadi), Ibu Imelda (guru SM idola, yang doanya dikabulkan Tuhan), Ny. Conny (yang selalu modis di sermon apalagi mengajar), Ibu Rosita (emak yang paling rajin belajar), Christine (selalu terlambat karna rumahnya paling dekat) dan siapa lagi ya? Oh tentu saja dua guru yang manis: Ekky kecil dan Eka besar. Oh ya: Viona (yang “hilang”). Surat ini juga kupersembahkan untuk mantan guru SM HKBP Rawamangun, yang kemarin “dicekal” kembali jadi guru SM dengan semena-mena: Ibu Dewi Fiona Sirait (Ny Tampubolon), Juga untuk guru SM batita HKBP Menteng Grace Tambunan dan mantan guru SM HKBP Jatiwaringin Ibu Dewi Siregar (Ny Manurung), yang dua-duanya cantik tak terlupakan. :-))

1. MENARILAH DENGAN TUHAN dan CAPUNG DI AWAN NO-9

Kawan-kawan, aku ingin mengatakan dengan huruf BESAR dan TEBAL, hari Minggu adalah hari pesta Tuhan. Kau dan aku sengaja dipanggil jadi pelayan pesta Tuhan dengan anak-anak (bukan pelayan pertemuan garing orang dewasa mini!). Sebab itu mari kita gembira kawan (dari hati terdalam)! Tuhan mengajak kau dan aku, dan teman-teman kita yang mungil, bermain membentuk lingkaran, bergerak berirama, ketawa berjongkok dan serempak melambung ke udara! Ya, ayolah menyanyi keras-keras sampai ke langit! Ayolah kita menari riang sampai berhenti sendiri! Ayo kita melukis Tuhan bermain di taman dengan warna-warni berani! Jangan bermuka masam! Tak perlu juga jaim-jaiman! Yesus, Tuhan mengundang kita, selalu gembira selalu bahagia (dan tak pernah haus pujian!) Ya, Dia mengajak kau dan aku membagi-bagikan gembiraNya, memecah-mecah bahagiaNya yang tak berkehabisan, kepada anak-anak itu (aku, dan kau). Yesus sangat mencintai anak-anak itu, karena itulah Dia tak bosan-bosannya merangkul, memeluk dan membelainya, menyapa, lantas memberkati melimpah-ruah!

Apakah kau bisa membayangkan anak-anak kecil desa-desa Nasareth itu mau dipeluk dan dipangku Yesus jika wajahNya selalu murung dan kata-kataNya bernada penghinaan dan penghukuman? Ah, manalah mungkin itu. Pastilah anak-anak itu menjauh (walau disuruh-suruh mendekat). Mungkin bagus juga kalau kau dan aku berani berimajinasi, seandainya Yesus ada di kelas Sekolah Minggu HKBP, apa yang akan Dia lakukan? Apakah Dia akan berkotbah atau mengajak anak-anak ke halaman? Lantas, kira-kira pakaian apa pula yang Dia kenakan? Jubah hitam menakutkan atau jubah putih mempesona? Setelan jas dan dasi? Menurutku, jika Yesus menjadi GSM, Dia akan memakai pakaian dan topi gaya bendera kapal warna merah-kuning-hijau! Dia akan tersenyum dan terus-terusan mengirim senyumNya tulus ke dalam mata anak-anak itu satu per satu. Lantas, Dia akan mengatakan dengan suara dan tubuh yang ringan: kawan-kawan, mari kita bergembira! :-)


Jika Yesus demikian gembiranya, mengapa kau dan aku justru membuat hari Minggu menjadi hari yang jauh dari senyum tawa spontan dan ikhlas? Apa dasar kita bersikap dan bergaya begitu serius di depan anak-anak itu? Dari mana kita dapat ide keseriusan mimik lambang kekudusan? Hehehehe. Menjaga wibawa firman Tuhan? Hahahahaha, Yesus saja tidak takut (dan memang tidak) kehilangan wibawaNya bermain lepas bersama anak-anak. Kawan, lemparlah dasimu dan blazermu ke udara! Mari kita main ular-ularan!

2. JADILAH ANAK-ANAK

Paulus, Rasul yang genius itu, mengatakan dia hanya dapat memenangkan orang terpelajar dengan menjadi orang terpelajar, memenangkan orang saleh dengan menjadi orang saleh. Artinya kau dan aku, juga hanya dapat memenangkan anak-anak dengan menjadi anak-anak! Menjadi anak-anak! Lahir kembali dan hidup baru sebagai anak-anak?! YA. Kenapa tidak?


Terus terang, aku dapat memberitahumu beberapa cara menjadi anak-anak.

Pertama: buka matamu dan telingamu. Lihatlah dan dengarlah anak-anak itu seksama! Tataplah bola matanya, air mukanya, lekuk dan dataran pipinya, bintik air di wajahnya, rambutnya! Lihatlah badannya yang tenggelam dan kakinya yang tergantung-gantung duduk di bangku gereja dewasa! Lihatlah ba.gaimana mereka terbirit-birit didesak-desak orang dewasa! Lihatlah senyum atau kecut bibir mereka! Lihatlah anak-anak itu, seperti engkau melihat penampakan dan mendengar bisikan surga. Bacalah gerak tubuhnya yang mungil sehikmat kau membaca lembar-lembar Alkitab.


Kedua: berjongkoklah! Ya, berjongkoklah, guru! Apakah menurutmu Yesus bisa memeluk dan merangkul anak-anak sembari berdiri gagah dan tegar? Bukankah Dia justru membungkuk dan duduk di tanah agar dapat merangkul dan dirangkul anak-anak yang masih kecil itu? Kenapa kau dan aku merasa wajib berdiri di hadapan anak-anak itu? Bukankah itu hanya melelahkan mata dan menegangkan leher mereka yang mungil? Atau demi sebuah keangkuhan?


Ketiga: pandanglah dunia dari bawah, dari mata dan hati anak-anak itu. (latihan yang bagus: cobalah duduk di lantai, sementara temanmu latihan mengajar sambil berdiri!).

Ketika melakukan ketiga hal di atas, tahulah engkau dan aku bahwa dunia kanak-kanak sangat kaya. Sekaya atau mungkin lebih kaya dari duniamu. Ada begitu banyak garis, warna, bentuk, nada, corak, gerak dan suara serta rasa. Ada ketulusan, kehangatan dan kegembiraan. Tapi ada juga intrik, pertarungan, gengsi, malu dan ketakutan serta kecurangan. Terutama ada jiwa yang bertubuh. Ada pribadi yang bernama, punya martabat dan hak serta terbuka untuk mencinta dan dicinta. Semua itu membuat aku dan kau kukuh dalam pendirian cinta kita dan tak bisa ditipu, juga oleh anak-anak itu.


3. JADILAH SAHABAT!

Aku ingat tema Tahun Anak-anak dan Konferensi Guru SM HKBP 1991: Yesus Sahabat Anak-anak. Apakah kau dan aku juga sahabat anak-anak? Jika ya, kenapa kau dan aku begitu suka menyapa anak-anak itu dengan sebutan adik-adik dan justru bukan kawan-kawan SM? Kenapa kau dan aku lebih suka dan bangga (?) dianggap sebagai “kakak” dan bukan “kawan”? Apakah suatu keharusan atau kewajiban apalagi perintah Tuhan: memanggil murid-murid SM sebagai adik dan memanggil guru sebagai kakak (di sermon pun kita saling menyapa dengan kakak-kakak-an… ah maaf, kalau perutku agak sedikit mual dengan permainan kakak-kakakan itu).


Kawan, menurutku hubungan antara pelayan gereja dengan warga jemaat (dewasa atau anak) tidak harus diartikan sebagai hubungan subordinasi atau hirarki. Kita adalah teman. Teman adalah kawan. Bukankah Yesus juga mengatakan kepada Petrus dkk : Aku tidak lagi memanggil kamu hamba, tetapi sahabat! Satu yang mutlak harus dipelajari kita-kita GSM adalah berteman atau berkawan dengan anak-anak. Pertemanan dan perkawanan tidak bisa dipaksa, tidak bisa juga direkayasa (jika dilakukan juga pasti ketahuan), tidak bisa berkembang tanpa dipupuk dan disiram, atau diusahakan. Pertemanan tidak bisa diperintahkan undang-undang. Karena itu soal serius, bagaimana anak-anak itu menerima kau dan aku sebagai temannya? Pertama, mari menerima anak-anak sebagai teman Anggaplah dirimu diriku setara dan selevel dengan mereka (minimal di depan Tuhan dan orang baik-baik). Malu berteman dengan anak-anak? (Jika ya, jangan-jangan kau dan aku sebenarnya malu dengan dirimu sendiri). Merasa lebih dari anak-anak? (Jika ya, bagaimana jika Yesus menganggap diriNya justru selevel dengan anak-anak itu?). Baiklah kau dan aku berhenti merasa diri manusia super, sementara anak-anak itu cuma “tempayan kosong yang bodoh” sehingga kita seolah-olah terpanggil terus-menerus mencekoki anak-anak itu dengan pikiran-pikiran yang belum tentu juga cerdas (bagaimana jika anak-anak itu berpikiran yang sama terhadap aku atau kamu? hahahaha. kacian deh kamu).


4. BERMAIN, BELAJARLAH DAN BERKARYALAH!

Kawan, suatu hal yang HARUS kita pelajari dari anak-anak adalah, bahwa mereka mampu menyatukan permainan, pelajaran, dan karya penciptaan. Sebab itu mereka suka sekali sambil bermain sambil belajar dan sambil berkarya cipta. Apakah kau dan aku juga suka seperti itu? Jika ya, kau dan aku adalah orang yang sangat potensial menjadi pelayan gereja anak. Jika tidak, mungkin saatnya kita lekas-lekas mengundurkan diri saja dari dunia kanak-kanak yang kaya dan pergi ke dunia lain yang miskin warna dan makna. Ada yang mengatakan salah satu syarat guru SM atau pelayan anak haruslah suka menanyi (menurut anak-anak semua suara bagus), suka menggambar (anak dan guru SM yang belum diracun akan mengatakan semua gambar bagus!), suka melipat-lipat, suka menggunting, suka menempel, suka bermain peran, suka bergerak…


Dengan singkat, mari kita semakin kreatif! (untuk itulah salah satu alasan Tuhan mencipta kita sebagai manusia) Mari membuat kelas-kelas SM kita sangat menyenangkan, karna suasananya sangat kaya dan bersemangat. Penuh permainan sarat pelajaran! Sarat pelajaran kaya penciptaan! Janganlah pelit ketika mengajar. Supaya itu bisa terjadi, tentulah kita harus terus-terusan belajar! Mari memupuk rasa penasaran! Mari kawan meniup rasa ingin tahu kita bak balon-balon tertawa menggelembung di udara!

 

5. TEMUKAN DAN AJARKAN SEBANYAK-BANYAKNYA KASIH DAN KEBAJIKAN

Yesus, Putra Allah, sepanjang hidupNya, dari dulu sampai sekarang, terus-menerus melakukan kasih dan kebajikan. Kita Guru SM dan anak-anak diajak untuk mengalami kasih dan kebajikanNya itu dan selanjutnya juga berbuat yang sama kepada sesama. Sebab itu tugas kita Gurulah menemukan sebanyak-banyak kasih dan kebajikan Tuhan, untuk diteruskan dan dibagikan kepada anak-anak. Namun entah kenapa, dalam praktek, kasih dan kebajikan itu direduksi atau diminimize menjadi 3(tiga): (1) Rajin berdoa (2) Rajin ke sekolah minggu (3) hormat kepada orangtua. Bila mau lebih klise lagi (4) rajin membantu Ibu. Hahahaha. Tentang yang pertama, rajin berdoa, aku setuju. (semoga guru SM lebih rajin berdoa dari anak-anak SM). Tentang kerajinan ke SM, sebaiknya hati-hati sebab kerajinan anak ke SM sangat tergantung kepada orangtuanya dan daya tarik SM itu sendiri (tanggungjawab aku dan kamu). Tentang hormat kepada orangtua, menurutku hukum ke-5 itu terutama bukan untuk anak-anak tetapi untuk kita orang dewasa (baca: guru SM, pendeta, sintua, orang kaya, pejabat dan pengusaha). Anak-anak tidak pernah kesulitan menghormat orangtua. Tapi, aku dan kaulah yang kesulitan menghormat orangtua (apalagi setelah tidak tergantung secara finansial dan emosional!). Tentang rajin membantu ibu, hahahaha. Apa dan bagaimana sebenarnya bentuk bantuan anak kecil kepada ibunya (apalagi bapaknya)???


Sebab itu, marilah kita belajar lebih serius dan dalam kebajikan apa saja lagi yang harus kita temukan dan ajarkan kepada anak-anak. Keberanian? Kemurahan hati? Sikap rela berbagi dan memberi? Ketekunan? Kejujuran? Mengungkapkan rasa marah dan sedih dengan baik? Kreativitas? Apa lagi? Namun marilah aku dan kau sadar, bahwa anak-anak mirip sekali dengan “karet busa” yang daya serapnya luar biasa. Dan jangan lupa anak-anak adalah peniru yang paling ahli. Artinya apa? Semua nilai dan kebajikan itu dengan mudah mereka serap atau tiru dari (bila) aku dan kau memang menghayati dan melakukan semua yang kau dan aku ajarkan! Mungkin baik kita lebih sadar bahwa anak-anak lebih percaya kepada sorot mata dan air muka, nada suara serta bahasa tubuh gurunya ketimbang kata-kata verbal yang diucapkan! Percayalah!

Horas

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

 

http://profiles.friendster.com/danielharahap

 

Home: http://rumametmet.com

 

 

Share on Facebook

14 comments for “GSM, MENARILAH DGN TUHAN DAN CAPUNG DI AWAN NO-9

  1. March 13, 2006 at 9:16 pm

    thanks u/komennya, tp sebenernya itu bukan perasaanku saja klo amang yg mimpin simulasi tp seluruh gsm yg hadir t’utama yg giliran praktek. but anyway busway thanks a lot u/ semua yg saya dpt selama ini dr pertemanan selama +/- 2 th, karna amang saya jd belajar & relax klo ketemu pdt. tdk seperti yg sebelumnya saya bayangkan.ok deh good luck & still keep in touch with us

  2. March 24, 2006 at 4:00 am

    Yup. Cerdas dan ruarrr biasaa…
    Pendalaman yg didapat krn pengalaman yg dihayati.

  3. March 25, 2006 at 11:05 am

    amang jujur,,,aku ingin sekali berkarya utkNya,,,but something missin’,,,

  4. j.helena lumban tobing
    January 16, 2008 at 8:06 am

    Yang saya ingin saya tanyakan :
    1. Mengapa buku panduan sekolah minggu di gereja kita HKBP tidak
    terbagi bagi di sesuaikan dengan tingkat usia ? karena dari pengalaman
    saya adik adik di kelas kecil dari yang belum sekolah sampai TK
    mereka masih sangan kurang mengenal tokoh tokoh dalam Alkitab,
    jadi kalau bisa buku panduang mengajar dapat di perbaharui lagi.
    Terima kasih Tuhan Memberkati.

  5. rumanap
    June 21, 2008 at 7:52 am

    Apa yang tadinya ingin sy komentari ttg topik ini sudah terjawab, bahkan sy mendapat lebih. Mungkin amang masih nyimpan banyak.. kita buat seminar yuk !

  6. July 5, 2008 at 1:01 pm

    amang pandita..,
    ada beberapa keprihatinan yang muncul dalam diriku melihat smhkbp
    (mungkin di perkotaan ya.?)
    1. beberapa gsm terkontaminasi dengan “keceriaan” semu
    saya melihat, penyebabnya adalah kurangnya pembekalan doktrin
    2. dalam memilih lagu2, cenderung cari yang instant.
    udah jaranglah sekolah minggu kita mengajar lagu :”YESUS sayang padaku, ALKITAB mengajarku ……., karena dianggap lagu lama,
    (menurut aku sih, malah sangat tepat sebagai lagu wajib sm)

    sihombb@yahoo.com
    sihombsby.blogspot.com
    031.70471313

  7. Santinove Nainggolan
    July 12, 2008 at 8:00 am

    TOB Banget… Horas Amang pendeta.. aku guru sekolah minggu baru.. setelah kubaca postingan di atas, aku sudah mencoba utk seperti itu, dengan menempatkan diriku setara dengan anak2 SM itu. Hubugan kami memang menjadi sangat akrab, kami bahkan bisa saling berangkulan dan tertawa bersama. Tapi ada satu hal, karena keakraban itu, sering kali mereka tll menganggap aku seperti kawan mereka sendiri, mereka kadangkala mencubit, dan bahkan tidak ragu2 utk meminta traktir sarapan! apakah itu menjadi sesuatu yg “salah” menurut amang? apakah disaat aku merasa tindakan mereka sudah kelewatan, aku berhak utk memarahi mereka? thanx amang.

    daniel harahap:
    yang salah kalau guru sekolah minggunya yang minta ditraktir oleh anak sm. :-)

  8. hutabarat ronald
    August 18, 2008 at 3:33 pm

    horas amang pendeta, saya baru hari ini posting diweb ini. saya mau tanya kenapa sih buku panduan guru sekolah minggu hkbp yang kami pakai selama ini ayatnya banyak yang ngak cocok dengan anak ke kelas kecil (TK)? trus amang kalo amang punya artikel drama untuk natal, saya boleh minta ngak? soalnya mau saya pentaskan untuk natal tahun ini. Dan buat teman2ku guru sekolah minggu dimanapun berada bagi2 (artikel, lagu baru, dll) yuk…. thx Amang.
    Syalom! Tuhan Yesus Memberkati Pelayanan kita…..

    ronald hutabarat :
    nald_syalom2u@yahoo.com
    085760783771

  9. Ramouthy
    September 8, 2008 at 5:36 pm

    Syalom Amang,

    nama saya moti. saya melayani di SM HKBP ciputat.
    numpang curhat nih amang, saya sedang kering dalam pelayanan di SM saya. Kami GSM masih muda dan kebanyakan kuliah dan bekerja. Kadang ada banyak hal yg bisa jadi alasan buat kami mangkir dari tanggung jawab kami.
    bahkan saling menyalahkan kalo sedang ada masalah yg harusnya jadi tanggung jawab bersama.
    bahkan untuk sermon saja jarang sekali kami bisa lengkap untuk berkumpul dan bisa membicarakan untuk pertumbuhan SM kita.
    Saya rindu untuk membawa perubahan buat persekutuan GSM ini.
    Kasih masukan donk amang…
    Buat informasi, GSM kami terdiri dari:
    3 org kuliah,8 org kerja, dan satu org Ibu RT.
    Oya, melihat ulasan Amang di atas saya jadi berfikir buat adain satu hari seminar Pelatihan GSM buat GSM di HKBP Ciputat biar kami bisa semakin bertumbuh.
    bersediakah Amang….
    Terserah amang mau kapan, tapi kalo Amang ada waktu inform saya, biar saya bisa lobby ke BPH SM.
    Saya mau diskusi dan ajak guru yg lain untuk sama2 merenungkan tentang menari dengan Tuhan dan Capung!
    untuk lebih medalami panggilan GSM dan berikan yg terbaik buat Tuhan dari masa-masa muda kami yg sangat berharga ini.
    =)
    Duh, jadi kemana-mana.
    Ok, Amang…
    GBU

  10. vena
    November 2, 2008 at 2:40 pm

    terima kasih bwat blognya ttg SM.
    saya juga ikut pelayanan di kampus…
    dan dlm wkt dkt akan diadakan Baksos dan KKR anak di panti asuhan untuk anak-anak cacat (tunanetra,tunarungu,dll)

    dan saya di percayakan untuk membawakan firman Tuhan.
    saya bingung untuk melayani FA dengan kreatif yg harus bgmn???
    melihat keadaan mrk , jika saya menggunakan Gambar, justru kasian bwat mrk yang tuna netra. Mohon bantuan,dan sarannya…

    Daniel Harahap:
    Saran saya: ajak saya mereka bernyanyi, menari berkeliling, sambil berpegang-pegangan tangan. Ketika kita kehabisan kata-kata Tuhan masih memberikan kita tangan untuk memegang dan membelai dengan kasih.

  11. syerma
    January 9, 2009 at 10:37 am

    Syalom amang….saya Syerma Silalahi. sangat senang membaca renungan dan artikel-artikel dalam situs rumametmet, bisa memberi semangat terlebih menambah pengetahuan saya setiap runungan-renungan setiap harinya dan renungan pada hari minggu. amang boleh dong sebelum hari minggu renungan hari minggunya 2 hari sebelum sudah ada. boleh dong….? maksih amang..semakin jaya! Tuhan memberkati.

  12. Diana, yang nyelonong di tengah jalan
    November 21, 2009 at 12:16 am

    oh.. my.. gosh…
    aku baru baca tulisan ini..
    terharu sekali………..

    speechless…

  13. Rocky Simamora
    February 10, 2012 at 2:27 pm

    Permisi amang DTA, Mohon ijin untuk saya copy tulisan amang ini untuk dijadikan bacaan buat Guru Guru Sekolah Minggu HKBP Lubuk Baja Batam dalam rangka meningkatkan pelayanan di Tahun Litbang ini. Mauliate amang

  14. Rocky Simamora
    February 10, 2012 at 2:28 pm

    Permisi amang DTA, Mohon ijin untuk saya copy tulisan amang ini untuk dijadikan bacaan buat Guru Guru Sekolah Minggu HKBP Lubuk Baja Batam dalam rangka meningkatkan pelayanan di Tahun Litbang ini.

    Mauliate Godang Amangg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *