SURAT CINTA UTK NAPOSO RAWAMANGUN

kupu2-kuning1.jpg

Kawan-kawan, ini surat terbuka (bahkan menganga lebar), artinya bisa dibaca semua orang baik maupun jahat, termasuk yang tidak punya urusan dan kepentingan dengan kita. Mengapa terbuka? Karena memang tidak ada rahasia di antara kita :-), juga karena kita memang sangat suka buka-bukaan (dalam konotasi positif di kepala orang baik-baik), dan terutama karena hal ini kuanggap penting dan harus ditempelkan di Mading Maya sejagad ini.

Kawan-kawan, aku mau bilang terima kasih dengan hati meluapkan rasa gembira, bahagia, bangga dan haru juga (campur sedikit kesedihan hehehe). Aku belum genap tiga tahun menjadi pendeta kalian (bukan yang pertama dan utama) di HKBP Rawamangun, tetapi aku merasa begitu banyak yang bagus, indah, baik, dan benar kualami di Rawamangun bersama kalian. Terima kasih untuk Tuhan, yang lewat Eforus, mengirim aku ke Balai Pustaka Raya 33. Aku benar-benar merasa diterima sebagai TEMAN atau KAWAN padahal, terus terang umurku mungkin sudah dua kali lipat dari umur rata-rata kalian (dan aku sudah menikah, dan harus kukatakan kepada kalian istriku Martha sangat cantik dan baik, dan itulah sebabnya anak kami Kika, Nina dan Willy lebih lagi :-)) Dan jujur, aku juga menganggap kalian adalah kawan (baca: kawan), bukan anak-anak apalagi domba (binal yang sesat)! Hehehehe… Acara perpisahan 12 Maret malam yang kalian rancang untuk aku sebagai kawan pendeta yang akan “meninggalkan” Rawamangun membuat aku begitu tersanjung mendekati langit dan harus berpegangan dengan Martha agar tidak jatuh ke dalam pencobaan. Namun lebih dari itu, malam perpisahan itu hatiku diteguhkan sebagai teman dan kawan baikmu! (aku kurang tahu apakah istilah “teman tapi mesra” boleh diartikan secara rohani atau kristiani hehehe….). Untuk itu aku mau bilang dengan nada tulus seperti teman-teman anakku Willy: T-e-r-i-m-a k-a-s-i-h k-a-w-a-n-k-a-w-a-n-!

Testimonialku: Naposo Rawamangun hebat dan baik, tidak saja dalam urusan nyanyi-menyanyi, tetapi juga dalam hal beribadah, bersekutu, belajar dan bermain olahraga, dan lain-lain (sampai suka lupa pulang ke rumah). Semoga Tuhanku menuangkan berkatNya secara boros untuk kalian, supaya kalian makin baik dan hebat lagi. Amin 3x.

Kawan-kawan, aku ingin menebalkan dan mewarnai beberapa catatan (kuharap bagian-bagian kotbah yang mengena yang pernah kusampaikan belum didelete Ricky dari HPnya, atau semoga HP-nya belum hilang) tentang Naposo (HKBP) Rawamangun.

Pertama: rayakanlah kehidupan dan masa muda kalian! Sungguh, Tuhan mengajak kalian gembira dan menikmati masa muda. Kan Tuhan itu kekal, artinya Dia juga muda selama-lamanya. :-) Ya, bergembiralah dan bertemanlah denganNya seperti pesan Paulus kepada naposo gereja Filipi (4:4), selama di dunia, dan nanti sesudah masuk surga (kurasa anak-anak muda, ngga usah jugalah ingin buru-buru masuk surga, mending berkarya dulu bersama Tuhan di dunia).

Mungkin kalian sudah agak bosan mendengarnya (tapi ada sedikit keseganan menunjukkan kebosanan itu di depanku selagi kotbah), waktu atau umur kita di dunia tidak bisa didaur ulang atau di-recyle. Hidup kita seperti anak panah yang melesat ke angkasa menuju sasarannya, dan kemudian berhenti. Atau bagai pendakian ke puncak gunung yang tinggi. Artinya apa: waktu itu begitu berharga dan spesial, sebab waktu tidak bisa diganti. Tapi jangan salah tangkap, aku sama sekali tidak menyuruh kalian anak-anak muda bermurung durjana bermuka alim berhati rahwana, kutip ayat sana-sini sambil bikin dosa sini-sana. Aku sendiri tidak suka jaim-jaiman, apalagi kalian! Yang kukatakan adalah gunakan waktumu untuk melakukan hal-hal yang sangat indah, baik, benar dan bermakna. Ya, lakukanlah banyak hal yang membuat kalian bangga dan bahagia berkepanjangan! (Bukankah kita sudah pernah belajar membedakan mana yang penting dan urgen, penting dan tak urgen, tidak penting namun urgen, tidak penting dan tidak urgen? Salah satu yang tidak penting dan tidak urgen itu adalah mengirim SMS: besok yang kotbah siapa? hehehe).

Kedua: jadilah dirimu sendiri! Kebetulan sebelum ke Ohio pun aku sudah sangat hapal kalimat ini: Be your self and do your best! Ya, kita masing-masing diciptakan Tuhan begitu unik dan karena itu sungguh spesial dan berharga. Ricky tidak harus menjadi Jimmy. Eva tidak harus menjadi Irene. Thio tidak harus jadi Reynold. Yani tidak harus menjadi Sasti. Lusi tidak harus jadi Nate. Dan seterusnyaaaaaa. Apalagi Wilman tidak harus jadi DTA. :-)

Masing-masing orang menjadi dirinya, menampilkan jiwa dan hatinya sebagaimana adanya. Tidak semua laki-laki badannya sebagus Junior, tapi semua kita berharga di mata Tuhannya. Tidak semua perempuan secantik semodis Paska atau sepintar Irene sehingga menimbulkan kecemburuan diam-diam, tapi semua memiliki kelebihan dan kekuatan. Tidak semua harus “selemot” Ega, “segaring” eh seganteng Ivan, atau serajin Ricky mengurus sound, sesetia Ricttar menjaga gereja. Sebab itu DTA tidak perlu berpura-pura pintar main gitar apalagi piano seperti Poltak dan Wilman, tidak juga harus sok tahu soal IT seperti Lanser (dengan motor barunya), dan tidak juga harus sok gaul dan sok fungki (ejaannya benar ngga?) padahal kenyataannya tidak.

Ketiga: buatlah cita-cita! Dosa Suharto terbesar bukanlah korupsi, tetapi mematikan cita-cita banyak orang, dan menyuruh anak-anak muda bernostalgia ke masa lalu artifisial dengan label Mataraman. Sukarno sangat benar dan brilyan ketika mengatakan, gantunglah cita-citamu setinggi bintang di langit (rendahkan hati di dasar lautan). Ya, kawan-kawan, buatlah cita-cita. Bermimpilah yang indah. Jangan pernah ragu, malu atau takut mengungkapkan impian-impianmu! Cita-cita itulah yang menarik kalian ke masa depan. Namun ingat, cita-cita mesti dituliskan dan dikatakan kepada orang banyak (sudah pasti kepada Tuhan juga). Percayalah padaku anakku eh kawanku sayang, cita-cita yang terus-menerus dikumandangkan pastilah akan jadi kenyataan!

Keempat: bangunlah persekutuan. Mungkin kalian tidak begitu suka kalau aku mengatakan bahwa HKBP Rawamangun sangat mirip bioskop dengan enam jam tayang di hari Minggu. Orang-orang datang, masuk gereja seperti menonton, kemudian pulang. Jika film eh kotbah bagus sedikit senang, tapi jika “jelek” menggerutu dan pulang dengan bermacam rasa jengkel dan kecewa. Gereja kita sudah terlalu besar dan ramai (parhalado senang persembahan banyak hehehehe), karena itu di HKBP Rawamangun yang besar anggota jemaat (yang tidak punya kenalan) bisa merasa benar-benar sendiri dan kesepian. Saranku bangunlah persekutuan. Yang kumaksud persekutuan bukan sekedar kebaktian menghadap satu arah, tetapi suatu komunitas atau lebih dalam komunion. Jumlah jemaat Rawamangun luar biasa banyak (itu pantas disyukuri), sebab itu kita harus memecah-mecahnya dalam weik atau kelompok. Sebab kita tidak mungkin saling memperhatikan, saling berbagi, saling menerima, dalam suatu kerumunan raksasa yang tidak saling mengenal. Kita hanya bisa melakukan itu di weik atau kelompok kita masing-masing: Kayuputih, Duren Sawit, Rawamangun Tegalan, Cipinang, Rawamangun 134, Gg Kana, Kp Ambon, Gading Raya, Utan Kayu, dan lain-lain (yang sekarat, belum hidup). Hargailah weik masing-masing! Tanpa weik naposo Rawamangun akan menjadi sangat elitis, eksklusif dan yang lebih berbahaya fiktif! Sebagai pendeta yang pernah bersama-sama denganmu, aku harus mengatakan agar kalian merawat weik-weik itu (perbanyak kegiatan di weik, dan usahakan retret sekali setahun!). Cintailah weikmu, jangan tinggalkan! Jangan anggap sepele! Kenapa? Weik itu adalah akar kita. Tanpa akar kita mati! (tahu?)

Selain weik kita juga bisa membentuk kelompok-kelompok berdasarkan minat. Kelompok PS kita sudah sangat solid (aku berharap PS Rawamangun lebih dari satu, tiap weik punya PS yang bagus! Kapan itu bisa terwujud Wil?). Sekarang ada kelompok bulletin WARNA. Kapan bikin kelompok teater?

Kelima: selesaikan tugas dan tanggungjawabmu. Aku percaya beberapa dari antara kalian sangat ingat nasihatku ini : Untuk 3(tiga) alasan kalian boleh sementara tidak aktiv di Naposo HKBP Rawamangun: 1) Menyelesaikan skripsi 2) Mendapatkan pekerjaan di bagian Jakarta atau kota lain 3) Menikah. Setuju ya?! Studi, kerja dan menikah juga panggilan Tuhan! Sebab itu salah besar (pake font arial bold, 48) mempertentangkan keaktivan di gereja (sampai jauh malam) dengan panggilan penyelesaian studi, pekerjaan dan pernikahan. (semoga beberapa orang tersentuh hatinya!).

Soal studi, tidak ada rumus lain: selesaikan! (diam di rumah atau di kampus, kerjakan apa yang harus dikerjakan!).

Soal pekerjaan, aku ingin kalian bersamaku mengganti doa yang selalu diucapkan. Jangan katakan lagi dalam doa “berilah kami pekerjaan”, tetapi katakan “desaklah kami agar mau bekerja dan berusaha apa saja, agar bertanggungjawab atas hidup kami sendiri dan tidak menjadi tanggungan orang lain). Kenapa? Sebab sebenarnya peluang bekerja (berusaha, berdagang) kecil-kecilan terbuka lebar! Berjuanglah dan survive! Aku bahagia kawan-kawan naposo tidak ada lagi yang menganggur (malah sekarang bekas pendetanya yang “menganggur” sampai 18 Maret). Kalau perlu tinggalkanlah Rawamangun, tinggalkanlah Jakarta! Jangan kecut!

Soal jodoh (bagiku jodoh kata kerja aktiv), aku ingin kalian juga bersamaku memahami bahwa jodoh dicari dan ditemukan (dari pilihan-pilihan yang ada dan tersedia). Pasangan hidup tidak datang dari langit, tetapi dicari. Kalau memang ingin “pria berseragam” rajin-rajinlah berkunjung ke atau aktivlah di gereja dekat asrama tentara atau polisi atau pusdiklat satpam. :-) Artinya: jodoh atau pasangan hidup harus dicari dan ditemukan (kemudian ditentukan) di kenyataan. Jangan menikahi orang yang tidak ada atau tidak pernah hadir! Hehehehe.

Untuk soal satu ini aku memang masih punya hutang. Tadinya aku berharap lampu taman gereja Rawamangun sudah bisa diganti (bagaimana Maraden?) agar hari Sabtu dan Minggu terang-benderang agar bisa jadi ajang pertemuan dan perkenalan (selanjutnya terserah anda). Tidak harus disesali, gereja HKBP Rawamangun (sebagaimana HKBP yang lain) memang didisain hanya untuk beribadah saja, sehingga melupakan aspek sosial dan budaya pertemuan atau interaksi sesama. (Tapi mungkin pulang dari Ohio, aku berharap ada yang bisa dilakukan untuk ini). Mungkin aku masih konservatif: setengah bercanda aku suka jika kalian menikah dengan orang yang beragama sama: HKBP.

Itulah dulu. Nanti kusambung, aku mau jemput pacar dulu yang sedang seminar di Sahid. :-) Salamku untuk semua Naposo Rawamangun. Akhirnya: HORAS. Tuhanku dipihakmu! (maaf aku ngga begitu suka pake kata Ibrani Syaloom dan singkatan latah GBU yang suka kubaca di SMS-mu).

Kawanmu beribadah dan minum jus jambu,

Pdt Daniel T.A. Harahap

 

http://profiles.friendster.com/danielharahap

 

Home: http://rumametmet.com

 

 

Share on Facebook

8 comments for “SURAT CINTA UTK NAPOSO RAWAMANGUN

  1. March 2, 2006 at 9:10 am

    pemimpin jiwaku…
    penuntun hidupku…
    separuh nafasku…
    hidup dan matiku…
    father J always…

  2. March 3, 2006 at 7:08 pm

    Pagi amang….

    Wah…. seneng.. bagus…lucu jg surat menganganya:)
    Hmm… namaku masuk juga dicrita amang, jd ngangenin nih amang:)
    Btw… koq pake ada tulisan ttg pria bsragam ya amang?? wah.. jd ga enak nih… itu mah critanya aku bgt..
    Tp… gmn juga caranya aku greja diskitar pangkalan pria bsragam?? ga ada channel nih amang, gmn dunk??? carikan aku chanellnya donk amang…:)
    Thx 4 supportnya, nasehat, doanya buat qta-qta. Aku aminkan bgt ttg menikah itu… hmm, kpn ya??? hehehehe….

    Oke deh amang…
    sukses ya buat smuanya…
    kami tgg kdatangan amg di HKBP RAWAMANGUN, ASAP!!!

    Tuhan berkati.. :)

    -eTob-

  3. March 4, 2006 at 6:47 am

    mo nangis tp ga bisa…malu (ada sasty disebelahku)hehehe..
    memang kenangan bersama amang tidak sebanyak seperti rekan2ku di naposo. Palingan “ollys kirim pulsa 100 dulu…” mau ga mau walau sedang di jlnpun aku terpaksa singgah ke counter org lain utk membelikannya buat kawanku ini…
    Terasa haru dan sedih juga ya tidak bs mlht atau mendgr suara amang lagi d grj. Rencanaku ingin konseling (hehehe..)sm amang, ttg hubku dgn sasty yg byk sekali kerikil2nya. Tp Ga tau kapan…(blm jodoh kali)hehehe..tiba2 aku dengar dr rekan2ku naposo bahwa amang akan ke Ohio…
    Ya mungkin, aku hanya bisa minta supaya amang lewat doa2nya mau ngedoain hubunganku dgn sasty bisa langgeng terus.

    thx amang..pulang dulu ya uda malam. mo nganterin sasty pulang. ntar ditungguin mama papanya lagi. yg ada bukan langgeng malah diomelin lagi hehehe..
    selamat bertugas amang..
    sukses selalu buat masa depan yg kelak terwujud…

    Kawanmu,
    Ollys Memori H. Sirait.

  4. BJ
    March 10, 2006 at 5:16 am

    OK
    1. Bener Amang!!! Ricky dan aku tidak sama …. heheheh

    2. Seandainya saja di HKBP ada 10 saja Pendeta dengan konsep berpikir seperti amang … HKBP jauh lebih maju dari keadaannya sekarang

    3. Pasangan hidup dengan Agama HKBP … Sip !!!

    4. Kalau dikatakan bahwa janganlah orang melihat amang bukan sebagai seorang DTA Harahap namun kiranya Kristus di dalam aku … kiranya itu nyata dalam hidup amang (dalam notabene secara fisik juga kelihatan kok !!! Tidak percuma lahir julukan Gon-Jes)

    Amang tetap rendah hati yah dan sabar menghadapi kami semua dan cobaan dari kata “KETENARAN”

    O yah mohon doakan karirku yah amang karena aku sedang mengejar suatu level karir di PT Seaworld Indonesia … ya kalo keterima lumayan masuk Seaworld Gratis … hehehehhe :)

    God Bless and Jaya HKBP

    Jimmy Situmeang for Love, Peace and Caring

  5. March 29, 2006 at 3:54 am

    Protessssss…..
    Wejk Rawamangun 134-PuloAsem (Disingkat jadi STEP yak bozzz)Hehehheee

  6. March 31, 2006 at 7:25 pm

    amang harahap….!!
    aku sungguh menyesal tidak melihat mu di hari terakhir perpisahan mu dgn naposo…hiks2…
    oh my god…knp engkau harus pergi jauh dr rawamangun???

    tulisannya bagussss bgt amang…menegurku hingga ke relung hati yg paling dalam… semoga tidak hanya bisa kubaca dan kudengar,tapi dapat bertumbuh dan berkembang dalam hatiku…dan menjadikanku pribadi yg diinginkan TUHAN, dalam segala hal…
    god blees u,amang..
    rawamangun miss u so much…

  7. christine silitonga
    August 1, 2009 at 5:04 pm

    i like thizz… 😉

  8. Imelda pangarubuan
    December 13, 2011 at 5:06 pm

    Horas……hi semuanya,bisa dibilang saya blm ada hubungannya dengan artikel ini,karna saya memang bukan naposo hkbp rawamangun,tapi pengen.

    Saya hanya mau bilang…..surat nya sangat bagus pak pendeta….sangat menguatkan,saya suka tentang bagian “menyuarakan cita cita kepada Tuhan dan semua orang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *